Elemen Ormas Islam dan Pemuda di Batubara Aksi Tolak RUU HIP

Aksi Ormas Islam dan Pemuda di Kabupaten Batubara menolak RUU HIP.

Batubara, Lintangnews.com | Massa yang tergabung dari berbagai organisasi umat Islam dan pemuda menyatakan sikap tegas penolakan dan segera dicabut bukan ditunda Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) oleh DPR RI.

IKLAN

Pernyataan sikap ini disampaikan di Lapangan Simpang Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Minggu (5/7/2020).

Massa meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas terhadap inisiator RUU HIP, karena diduga telah disusupi paham Komunis yang jelas telah dilarang keras pemerintah sejak tahun 1966.

Ustadz Yusri selaku Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Batubara menuturkan, meneruskan maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, memandang RUU HIP telah melanggar Undang-Undang (UU), termasuk Dasar Negara Pancasila.

“Hal ini sudah diperjuangkan jauh hari oleh para ulama umat Islam dan pendahulu kita semenjak 1 Juni, kemudia 22 Juli dan 18 Agustus 1945 hingga Dekrit Presiden 5 Juli, kenapa harus muncul Tri Sila dan Eka Sila,” tukasnya.

Sementara Ustadz Al Asyari menyatakan terima kasih kepada ormas-ormas di Batubara telah bersatu dan mengadakan aksi dengan tertib dalam mengawal agar RUU HIP harus dicabut, bukan ditunda oleh DPR.

Aksi menolak RUU HIP di Kabupaten Batubata.

“Kita akan melanjutkan ke DPRD Batubara agar bisa mengambil sikap dalam menyikapi isu yang ada saat ini,” paparnya.

Hadir dalam mengawal aksi itu, Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis bersama 122 orang personil. Mereka bertugas menjaga keamanan dalam aksi tolak RUU HIP.

Pihak Kepolisian juga memberikan apresiasi pada aksi Aliansi Masyarakat Anti Komunis Batubara, karena sudah mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Ormas yang tergabung dalam aksi itu antara lain, FPI, GPII, GPMI, MUI, Pemuda Alwasliyah, Persis, PPM, BKPRMI, KNPI, Pagurawan Bertauhid, Majelis Taklim, Tiara, LPI dan lain-lain.

Aksi dimulai pada pukul 09.00 WIB dan massa membubarkan diri sebelum waktu Dzuhur. (Welas)

IKLAN