Honor Relawan Nakes Covid-19 Belum Jelas, Dikhawatirkan Jadi Masalah Baru di Siantar

Anggota Komisi I DPRD Siantar saat berkunjung ke Rumah Singgah.

Siantar, Lintangnews.com | Warga yang berada di Rumah Singgah Jalan Sisingamangaraja maupun tempat Isolasi Terpadu di Jalan Pdt J Wismar Saragih menyampaikan sejumlah keluhan kepada Komisi I DPRD Kota Siantar saat melakukan kunjungan terkait penanganan Covid-19, Selasa (31/8/2021).

Saat di Rumah Singgah, salah seorang warga yang dirawat menuturkan, terkait swab test yang harus dilakukan di Puskesmas.

“Masa kita mau dibawa ke Puskesmas, padahal kan masih belum diketahui sembuh atau tidak, nanti jadi ada lagi yang terpapar,” ujarnya diamini sejumlah warga yang lain.

Begitu juga di lokasi Isolasi Terpadu, sejumlah warga menyampaikan keluhannya, termasuk tidak adanya pembagian masker sampai kondisi keuangan keluarga yang hancur lebur.

“Sampai datang kesini partagih (penagih utang) mengutip, apa yang mau dibayar,” keluh salah sorang warga.

Tampak di lokasi isolasi yang baru digunakan, salah seorang perempuan yang hamil tua. Ia merasa khawatir jika harus melahirkan di tempat itu.

Selain itu, para relawan tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 yang baru direkrut oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kepada Komisi I mengaku, belum mengetahui jumlah honor yang diberikan, walaupun telah bekerja di Rumah Singgah dan Isolasi Terpadu.

Salah satu anggota Komisi I, Ilhamsyah Sinaga bertanya kepada para relawan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka. Sayangnya, para relawan itu tak bisa menjawab.

Ilham juga mempertanyakan siapa yang menugaskan dan mempertanyakan Surat Keputusan (SK) mereka bertugas. Menjawab hal itu, para relawan dengan kompak mengaku, ditugaskan oleh Dinkes. Soal SK mereka menuturkan, belum memilikinya.

Mendengar itu, Ilham yang merasa kasihan melihat para relawan bekerja dalam kondisi rawan terpapar terlihat agak dengan nada tinggi.

“Jadi apa dasar kalian sebagai relawan bekerja di sini. Kok bisa orang disuruh bekerja, tetapi statusnya belum jelas. Berarti honor kalian juga tak jelas sekarang ini kan. Kita khawatir, ini menjadi masalah baru di Siantar,” ujarnya.

Sejumlah anggota Komisi I yakni Ilham Sinaga, Baren Alijoyo Purba, Lulu C Gorga Purba, Tongam Pangaribuan, Janiapoh Saragih dan Arif Hutabarat saat di lokasi Isolasi Terpadu meminta penjelasan terkait ketidakjelasan honor para relawan dari Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes, Urat Simanjuntak.

Urat berdalih, mengenai honor masih dalam proses dan meminta kepada relawan untuk bersabar.

“Ketika sedang wawancara sudah saya sampaikan, kita sedang berupaya untuk memasukkan insentif atau apalah namanya, mungkin pengganti lelah. Semua butuh proses untuk mengeluarkan uang negara,” kilahnya. (Elisbet)