ICW Ajak Masyarakat Samosir Tolak Politik Uang

Himbauan Bawaslu tolak politik uang pada Pemilu 2019.

Samosir, Lintangnews.com | Memasuki hari 15 partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umun (Pemilu) di Kabupaten Samosir belum ada yang menggelar  kampanye terbuka.

Sesuai laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Samosir tidak ada satu pun parpol yang memanfaatkan jadwal kampanye terbuka tersebut.

Artinya, sejak kampanye terbuka dimulai pada Minggu (24/3/2019) sampai hari ini, atau sudah masuki 15 hari, belum ada parpol yang menggelar kampanye terbuka di Samosir.

“Benar, sampai hari ini atau memasuki hari ke 15 , belum ada satu pun parpol yang gelar kampanye terbuka di tempat-tempat yang telah ditetapkan,” ujar Ketua Bawaslu Samosir, Anggiat Sinaga saat dihubungi wartawan, Senin (8/3/2019).

Anggiat berpendapat kemungkinan karena dirasa sudah cukup bersosialisasi kepada masyarakat, sehingga parpol tidak memanfaatkan kampanye terbuka dimaksud.

Komisioner KPUD Samosir yang juga Divisi Teknis dan Penyelenggara, Robinsar Junedi Barus mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari parpol untuk menggelar kampanye terbuka.

Dikatakan, kendatipun parpol tidak menggelar kampanye terbuka, tak ada sanksi yang akan diberikan. Karena itu hak bagi seluruh parpol.

Ketua Indonesian Coruption Watch ( ICW ) Kabupaten Samosir, Timbul Samosir mengatakan, seharusnya parpol peserta Pemilu memanfaatkan kampanye terbuka itu. Menurutnya, tujuan kampanye ini untuk menjual program kepada masyarakat.

“Sebagian besar spanduk dan atribut kampanye berisikan foto, nama Calon Legislatif (Caleg) dan partai serta nomor urut, tak ada informasi tentang program-program partai atau visi misi jika terpilih nanti,” paparnya.

Padahal dalam sebuah survei yang dilakukan lembaga survei, jika sebagian besar alasan masyarakat memilih Caleg dan parpol berdasarkan visi, misi dan programnya.

“Jangan hanya mengandalkan logistik yang banyak. Menjual program juga sangat penting untuk diketahui masyarakat,” sebut Timbul.

Dirinya mengajak, seluruh masyarakat agar menolak money politic (politik uang) jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019.

“Saya tidak setuju, apabila ada oknum yang ingin mendapatkan suara dengan cara memberi uang kepada masyarakat. Ini jelas-jelas melanggar aturan dan mencederai demokrasi,” tegasnya.

Ia  pun mengimbau agar masyarakat jangan sampai memilih oknum Caleg yang mengandalkan uang untuk meraup suara rakyat.

“Masyarakat hendaknya memilih Caleg yang memiliki program, visi dan misi untuk membawa kemajuan. Masyarakat harus bersikap tegas dan berani menolak politik uang,” kata Timbul. (asi)