Ini Sugesti dan Celoteh Bupati Simalungun di Hadapan Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub

Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga di podium saat mensugesti dan berceloteh di hadapan Direktoran Perhubungan Darat BPDT Kemenhub dan undangan lainnya.

Simalungun, Lintangnews.com | “Tadi bapak naik helikopter kesini atau dari Raya,” kata Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga kepada Rian selaku Direktorat Perhubungan Darat BPDT Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wilayah Sumatera Utara.

Kemudian menanggapinya dari Raya. “Dari Raya ya! Itu lah jalan tolnya Simalungun,” sebut Radiapoh.

Sugesti dan celotehnya Radiapoh disampaikan pasca melaunching Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) milik Pemkab Simalungun yang berada di Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Senin (6/12/2021).

Hadir pada acara itu, Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, mewakili Kapolres, Kasat Lantas, AKP Hendrik Aritonang, mewakili Dandim 0207/SML, Lettu Chb Chairul Anwar Simatupang, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Ade Wijaya, Sekretaris Daerah (Sekda), Esron Sinaga dan Asisten II, Ramadhani Purba.

Kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Wasin Sinaga, Ketua IPKBI, Said Pane, PT Jasa Raharja Cabang Sumut, KCP Bank Sumut Pematang Raya, S Sembiring, Sekretaris Organda, Ringkas Tarigan dan Plt Kepala Dinas Perhubungan, Sabar Saragih.

Kembali celoteh Radiapoh, jika semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Simalungun sudah dibawa roadshow ke kementerian-kementerian.

“Sedikit sudah membuahkan hasil lah, bahwa Simalungun itu termasuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tertinggi di Sumut untuk tahun 2022,” paparnya.

“Walaupun kalau secara akumulasi dari teritorial kita paling kecil malahan. Nilainya besar, tetapi kalau secara akumulasi dari jumlah jalan kita di Simalungun paling kecil malahan. Kita harus miris ya kepada tetangga yang sudah berhasil dalam hal infrastrukturnya,” tambah Radiapoh.

Dia mencontohkan seperti Kabupaten Toba, Samosir, Tapanuli Utara (Taput) dan Humbang Hasundutan (Humbahas).

“Humbahas maaf kata ke tempat peternakan pun seperti jalan tol. Intinya satu, bersatu kita rawat jalan ini. Dalam beberapa hari ini sebelum akhir tahun kita akan bersama-sama pengusaha Simalungun. Ya, ternyata mereka sangat apresiasi sekali loh,” tukasnya.

Radiapoh juga menyampaikan, jika hari ini bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di rumah dinas sedang ada pertemuan dengan beberapa pengusaha di Simalungun.

“Kemudian itu nanti yang diketuai oleh Darma Purba. Karena ini adalah yang dikelola oleh masyarakat. Kemudian di daerah bawah itu yang diketuai oleh Haji Girun,” paparnya.

“Bersama semua pengusaha disana. Artinya apa? Ternyata kalau ada yang mewadahi, Simalungun ini hebat, luar biasa sekali. Itu buktinya waktu kita mendapat penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Di daerah lain mana ada yang bisa seperti itu,” kata Radiapoh berceloteh.

Lanjutnya, terkadang di depan rumahnya saja selokan gak mau membersihkan. “Tetapi kita, meski sudah memberi donasinya, ikut lagi berkontribusi memberikan tenaganya. Ini merupakan suatu magnet dan modal bagi kita. Tetapi kita bersatu, itu saja intinya ya. Kita bersatu,” ulangnya menyerukan.

Sementara lepada teman teman media, Radiapoh meminta agar disampaikan pada masyarakat Simalungun. “Mari bersatu, jangan terkotak-kotak. Ini supaya visi misi pencapaiannya bisa seperti yang kita harapkan. Saya berjanji, ya untuk uji KIR di Simalungun ini di tahun 2022 akhir harus sudah ada seperti di Siantar. Harus juga sudah ada di Perdagangan,” imbuhnya.

“Pun secara angkanya juga tidak seberapa. Saya sudah bicara dengan mereka gak sampai Rp 5 miliar untuk 1 titik. Gak sampai Rp 1 miliar,” kata Radiapoh mengakhiri celotehnya. (Zai)