Jadi PPK di 3 RSUD, Sihar Napitupulu : Saya Tidak Merangkap dan Itu Sesuai LKPP

PPK pengadaan barang dan jasa, Sihar Napitupulu dan Dirut RSUD Tuan Rondahaim, Debora Haloho.

Simalungun, Lintangnews.com | Menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang dan jasa di tengah pandemi Covid-19 di 3 unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Simalungun, Sihar Napitupulu menuturkan, dirinya tidak merangkap dan itu sesuai dengan Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

“Sesuai Surat Keputusan (SK) Direktur masing-masing. Karena, 3 Rumah Sakit (RS) itu menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” imbuh Sihar melalui pesan singkat, Senin (1/3/2021)   dasar hukum dirinya menjabat PPK adalah SK Dirut.

Sihar mengaku, dirinya sebagai PPK di 3 RSUD milik Pemkab Simalungun hanya untuk tahun 2020. Sedang untuk tahun 2021 dirinya tidak lagi diberi kepercayaan oleh ketiga Dirut RSUD. Dan jabatan yang dia emban pada tahun lalu itu tidak rangkap jabatan.

“Dan saya bukan lagi PPK untuk tahun ini, ntar lae konfirmasi lagi saya,” jelas Sihar tanpa merinci LKPP dimaksud yakni nomor berapa, pasal berapa dan tahun berapa.

Menurut Sihar, kalau jasa itu ada 2 kategori. Yakni jasa konstruksi dan konsultan. Seingatnya ada 10 perusahaan sebagai rekanan ketiga RSUD tersebut. Untuk menjelaskan nama perusahaan dan alamat perusahaan, dirinya harus buka kontraknya lagi.

“Tak terhapal saya itu bos. Harus buka kontrak dan surat panggilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Semua ada di Inspektorat dan seluruh kegiatan sudah diaudit oleh BPK. Kalau mau tau hasil audit, ke Inspektorat atau ketiga Dirut RSUD saja,” kata Sihar.

Dirut RSUD Perdagangan, Maslina Sipayung yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler miliknya, Senin (1/3/2021) yang menjawab justru seorang staf. “Lagi ke luar. Nanti saya sampaikan ya bang,” ucapnya.

Dedi Tarigan selaku Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan barang dan jasa di RSUD Perdagangan membenarkan Sihar Napitupulu sebagai PPK. “Kalau saya sebagai PPTK,” ucapnya.

Sementara Dirut RSUD Parapat, Elisabet dan Dirut RSUD Tuan Rondahaim, Debora Haloho belum bersedia dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (1/3/2021) sekira pukul 20.11 WIB. Telepon seluler keduanya tidak aktif. Pesan singkat dilayangkan juga tidak berbalas. (Zai)