Johnny Simatupang Klarifikasi RKAS dan Pengutipan di SMPN 1 Jorlang Hataran  

SMP Negeri 1 Jorlang Hataran.

Simalungun, Lintangnews.com | Mantan Kepala Sekolah (Kepsek), Johnny Simatupang memberikan klarifikasi terkait Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan pengutipan uang sebesar Rp 125 ribu per siswa, Selasa (20/8/2019).

Klarifikasi itu turut diketahui Ketua Komite Sekolah SMP Negeri 1 Jorlang Hataran, Gurgur Simanjuntak.

Jhonny menuturkan, jika dirinya ketika itu masih memakai RKAS Kepsek yang lama, Bactiar Sidauruk. Karena menurutnya, RKAS seharusnya disusun 1 kali dalam 1 tahun pelajaran.

“RKAS tahun berikutnya dirapatkan pada libur sekolah bersama guru dan Komite Sekolah,” paparnya.

Lanjutnya, secara lisan pada rapat Dewan Guru dengan agenda tim pengembang sekolah, Jumat (14/6/2019) telah disepakati masing-masing guru bersama tim pengembang sekolah membuat program agar ditampung dan disesuaikan dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Dan RKAS tahun ajaran berikutnya akan diserahkan pada pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun, Senin 15 Juli 2019,” paparnya.

Dalam klarifikasi itu menyatakan, tidak pernah sekolah mengutip uang apapun dari para anak didik. Dijelaskan, saat rapat kelulusan kelas 9, diketahui Gurgur tidak hadir, karena pergi keluar kota. Rapat pun dipimpin Sekretaris Komite Sekolah, Ramlan bersama Bendahara, Jamarin Saragih dan pengurus lainnya.

Sementara Kepsek maupun para guru dan pegawai tidak ada satu orang pun mengikuti rapat itu, serta murni diiikuti orang tua siswa.

Diterangkan juga, setelah pembagian Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), sekolah mengetahui adanya pengutipan sebesar Rp 125 ribu per siswa yang dikumpulkan Bendahara Komite Sekolah, peruntukkannya sebagai dana partisipasi pembangunan pagar tembok sekolah yang roboh.

Pasalnya, Kepsek telah menginformasikan sebelumnya pada Komite Sekolah jika mobile, meja, kursi dam atap seng sering hilang, akibat tembok pagar yang roboh. Diketahui dana yang terkumpul saat itu sebesar Rp 29,5 juta.

Klarifikasi ini ditujukan pada Bupati Simalungun, Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Kadis Pendidikan (Kadisdik), para orang tua siswa dan pembaca lintangnews.com. (rel)