Joni Hendri : Jika Dipercayai, Saya akan Getol Perjuangkan Aspirasi Pendidikan di Deliserdang

Joni Hendri mendengarkan keluh kesah warga Kecamatan Sunggal.

Deliserdang, Lintangnews.com | Deliserdang yang merupakan salah satu Kabupaten terluas di Provinsi Sumatera Utara.

Juga merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai jumlah penduduk yang banyak di Provinsi Sumatera Utara, namun belum secara holistik tersentuh pada sektor pendidikannya. Sementara mengacu pada UUD 1945, bahwasanya 20 persen APBN digunakan untuk sektor pendidikan.

Joni Hendri yang merupakan salah satu peserta kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg)17 April 2019 ketika dijumpai awak media menuturkan, ketika dirinya berada di Kecamatan Sunggal, mendengarkan keluh kesah warga yang pendapatannya menengah ke bawah belum mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Kemarin saya blusukan ke Kecamatan Sunggal, ada warga yang belum mendapatkan KPI. Padahal, KIP itu membantu bagi kaum marjinal,” ungkap Joni, kemarin.

Menurutnya, sebagian warga Deliserdang sudah merasakan manfaat KIP. Akan tetapi, belum keseluruhan kaum marjinal yang merasakan KIP itu. Mendengar keluh kesah warga itu, Joni merasa prihatin.

Maju dari PDI-Perjuangan dengan nomor urut 3 juga pada surat suara, Joni bertekad menjadi aspirasi warga kaum marjinal yang ingin mendapatkan bantuan sektor pendidikan.

Lewat kursi legislatif yang merupakan perpanjang tangan warga Deliserdang, Joni Hendri menuturkan, selama 5 tahun nantinya duduk di DPRD, maka perjuangannya dan lewat diskusi dengan teman-teman nantinya akan mendorong Pemkab setempat, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) dibantu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Joni juga mengingatkan agar jangan lupa mendukung Presiden Jokowi untuk 2 periode. Menurutnya, harus ada keyakinan pada periode kedua, Jokowi berkomitmen untuk meningkatkan Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“IPM kan relevansi dengan sektor pendidikan. Generasi milenial saat ini jangan berputus asa untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di tingkat dasar maupun pendidikan tinggi. Raihlah mimpi setinggi langit. Karena sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah wajib mengcover pendidikan para kaum marjinal,” sebutnya.

Sosok pengusaha yang juga aktif di kegiatan sosial maupun organisasi itu berpesan dan mengingatkan konstituennya.

“Kalau kita memperhatikan baru-baru ini pidato Presiden memberikan pernyataan bahwa KIP dapat digunakan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.. Untuk itu, 17 April 2019 jangan lupa gunakan hak politik kita bersama. Mari berpesta demokrasi,” paparnya mengakhiri. (rel)