Kasus Dana Desa 2016 Nagori Dolok Ulu ‘Membeku’ di Kejari Simalungun

Pangulu Nagori Dolok Ulu, Suharjo.

Simalungun, Lintangnews.com | Kasus Dugaan korupsi Dana Desa Tahun 2016 di Nagori Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun senilai lebih kurang Rp 700 juta hingga kini mengendap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

Dana desa masa itu dialokasikan Pangulu, Suharjo untuk program pemberdayaan wanita. Mirisnya, kegiatan itu ternyata fiktif dan hingga kini Suharjo terlihat bebas berkeliaran meski telah berungkali diperiksa pihak Kejari Simalungun.

Adapun program yang berasal dari dana desa itu berupa pelatihan jahit menjahit dan tata boga. Namun dari program itu, patut dipertanyakan dana ratusan juta apakah benar terlaksana.

“Sampai sekarang Suharjo bebas berkeliaran padahal kasusnya telah bergulir di Kejari Simalungun. Harapan kami tolong Pangulu dieksekusi,” ucap Amin (55) Tokoh Masyarakat Simalungun, Senin (30/9/2019).

Hal senada juga dibenarkan Sumi (47) warga sekitar, jika tahun 2017 dan 2018, program dana desa yang dikelola Suharjo diperiksa pihak Kejaksaan.

Dari keterangan pria bertubuh kurus ini diperoleh informasi, dana desa untuk 2 periode Pangulu melakukan pembelian lembu. Namun, hingga kini ternak berkaki4  itu tidak diketahui keberadaannya.

“Harapan kami kepada pihak Kepolisian segera memanggil Pangulu agar diusut kembali seluruh dana desa yang dikelolanya,” ungkap Sumi serta berharap, pihak aparat hukum jangan tutup mata atas dana desa yang digelontorkan pemerintah untuk Nagori Dolok Ulu.

Warga lainnya, Karno (49) berjanji akan mencari informasi terkait program yang terlaksana ataupun tidak melalui dana desa di Nagori Dolok Ulu.

“Akan kami cari informasi dana desa selama ini program apa saja yang telah dilaksanakan Pangulu. Apakah sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau ada dugaan fiktif. Kami sebagai warganya menginginkan ketransparanan,” ujar pria bertubuh kekar ini menyambungkan pembicaraan rekannya.

Sebelumnya, Aliansi Jurnalis dan LSM Kabupaten Simalungun melalui aksi unjuk rasa di Kejari Simalungun, Jumat (30/8/2019) lalu.

Ada enam tuntutan yang disampaikan, salah satunya agar Kejari Simalungun segera menangkap dan memenjarakan Pangulu Nagori Dolok Ulu.

Saat dikonfirmasi terkait kasus dana desa tahun 2016 dan sejumlah laporan warganya tentang pengalokasian dana desa 2017 maupun 2018, Suharjo mengatakan dirinya sedang sakit.

“Lagi sakit aku bang,” jawabnya singkat melalui sambungan seluler, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya, Suharjo membenarkan dirinya hanya sekali saja dipanggil ke Kejari Simalungun dalam memintai klarifikasi. Selanjutnya, tidak pernah lagi dipanggil sampai saat ini. (Zai)