Kasus Pemandian Jenazah Wanita Oleh 4 Nakes RSUD Djasamen Saragih Dihentikan

Kajar Siantar, Agustinus Wijono saat menggelar konferensi pers.

Siantar, Lintangnews.com | Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menghentikan perkara pemandian jenazah wanita yang sempat heboh diperbincangkan oleh masyarakat luas ini.

Kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan 4 orang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar dihentikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Agustinus Wijono dengan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2), Rabu (24/2/2021).

Agustinus menuturkan, keempat nakes tidak terbukti melakukan unsur penistaan agama. “Tidak terbukti melanggar pasal 156A jo pasal 55 Undang-Undang (UU) tentang Penistaan Agama,” tuturnya.

Ia mengaku, ada kesalahan penelitian yang dilakukan Jaksa dalam kasus yang sempat dinyatakan lengkap atau P-21 ini. “Hal ini jaksa kurang cermat dalam meneliti berkas perkara,” tutup Agustinus.

Seperti diketahui, pihak Kejari Siantar menjadi fasilitator bagi kedua belah pihak dalam kasus tersebut.

Pertemuan antara Fauzi Munthe didampingi kuasa hukum bertemu dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di kantor Kejari Siantar berlangsung selama 2 jam.

Namun belum mendapat titik terang, disebabkan korban menginginkan para tersangka tetap diproses hukum, meskipun korban sudah memaafkan para tersangka.

Usai pertemuan, Muslimin Akbar mengatakan, belum ada titik terang dari pertemuan dengan pihak PPNI di Kejari Siantar.

Namun, selaku kuasa hukum korban, pihaknya akan mengawal kasus ini sampai selesai. “Belum ada hasil, tetapi kita akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tutup Muslimin. (Elisbet)