Kehalalan Daging di Rumah Potong Hewan Siantar Diragukan, Ini Penyebabnya

Sejumlah anggota Komisi II DPRD Siantar saat meninjau RPH.

Siantar, Lintangnews.com Kehalalan sejumlah daging ternak seperti sapi dan kerbau yang keluar dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Siantar diragukan.

Bagaimana tidak, ada hewan atau ternak yang sudah mati atau sudah dipotong baru kemudian dibawa ke RPH, yang terletak di Jalan Manunggal, Kecamatan Siantar Marimbun itu.

Dihadapan sejumlah anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar, salah satu pegawai RPH mengaku hewan yang sudah mati atau yang sudah dipotong dari luar dibawa ke RPH, diduga untuk ‘melegalkan’ atau ‘menghalalkan’ daging hewan tersebut.

“Sebenarnya, kami sudah berusaha melarang, cuma keamanan, gak mungkin. Mereka kalau kami larang, mengancam,” ungkap pegawai di hadapan para anggota Komisi DPRD Siantar yang meninjau RPH, Senin (19/3/2019).

Mendengar itu, Frans Herbert Siahaan dan sejumlah anggota Komisi II lainnya sepertinya sepakat agar pegawai yang merasa terancam keamanannya, melapor ke polisi.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Perikanan, Rita Ellis Sianturi kepada para anggota Komisi II menjelaskan, pengusaha yang memotong ternak di luar RPH itu awalnya setelah perpindahan RPH, dari Jalan Nias ke Jalan Manunggal.

“Ketidaksiapan dari fasilitas kita, menyebabkan mereka ada yang memotong di luar. Jadi pengawasan kita untuk itu, kita hanya meminta pengusaha itu memotong dengan secara Islam. Kedua, kita monitoring di pasar,” tuturnya.

Ia mengakui, para pengusaha membayar retribusi meski ternaknya tidak dipotong di RPH, kemudian menyatakan bahwa itu sebenarnya tak diperbolehkan. Namun, karena fasilitas RPH yang tidak memadai itu memaksa pengusaha memotong di luar.

Guna menindaklanjuti temuan-temuan mereka di RPH yang rata-rata memotong 5 sampai 6 ternak per hari tersebut, para wakil rakyat yang tergabung di Komisi II DPRD Siantar langsung merencanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para pihak terkait dalam waktu dekat (elisbet)