Kejari Simalungun akan Bidik Dugaan Korupsi Pangulu Pematang Kerasaan Rejo

Jembatan yang dana renovasinya diduga dikorupsi Pangulu Pematan Kerasaan Rejo, Sidik Purnomo.

Simalungun, Lintangnews.com | Dana renovasi jembatan penghubung ke Huta (Dusun) V di atas badan Sungai Bah Bolon, Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, diduga dikorupsi akan berujung ke ranah hukum.

Pangulu Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Sidik Purnomo telah dipanggil dan diperiksa penyidik Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

“Iya, sudah dipanggil,” kata Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Rudi Sagala melalui, Agus Sinaga saat ditemui, Kamis (24/10/2019).

Bahkan, masing-masing Gamot atau Kepala Dusun dari setiap Huta tak luput dari panggilan dan pemeriksaan penyidik Kejari Simalungun. “Ada 5 Huta di sana. Kelima Gamot nya kita dipanggil,” ujarAgus.

Selain itu, seluruh berkas yang berkaitan dengan renovasi jembatan tersebut telah ditelaah dan diterima penyidik Kejari Simalungun dari Pangulu Nagori Pematang Kerasaan Rejo.

“Ini berkasnya mulai pengajuan bantuan dari PTPN IV Kebun Dolok Sinumbah, sumbangan dari warga dan pertanggung jawaban penggunaan dana desa untuk renovasi jembatan itu,” jelas Agus, seraya memperlihatkan berkas yang berkaitan dengan renovasi jembatan.

Diketahui, total yang terkumpul merupakan sumbangan dari warga sebesar Rp 16 juta, dan pengakuan Gamot kepada penyidik Kejari Simalungun tidak semua yang memberikan sumbangan.

“Ada sebesar Rp 16 juta sumbangan dari warga. Keterangan Gamot, tidak semua memberikan sumbangan. Kalau warga kurang mampu tak mungkin diminta,” papar Agus.

Sementara besaran bantuan dari Kebun Dolok Sinumbah sebesar Rp 45,3 juta. Sedangkan dari dana desa sebesar Rp 73 juta. “Jembatan itu rusak setelah dihantam banjir bulan Oktober 2018. Itu lah angka bantuan dari perkebunan dan dana desa,” tandasnya.

Sebelumnya, Sidik Purnomo saat ditemui di salah satu panglong, Rabu (24/10/2019) mengaku telah dipanggil dan diperiksa Kejari Simalungun. “Sudah capek saya mengenai jembatan itu. Kejaksaan pun sudah memanggil,” ucapnya, sembari mengatakan hendak ke Kejari Simalungun.

Diberitakan sebelumnya, renovasi jembatan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar yang menghubungkan ke Kampung Tempel, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun itu patut diusut.

Diketahui, renovasi terhadap jembatan itu hanya sebatas melakukan pengecatan terhadap besi di sisi kiri dan kanan sebagaian, serta sebuah pondasi merupakan penyangganya.

“Itu cuma seperti disusun saja batu padasnya sebagai pondasi tanpa diplester. Kalau datang hujan deras seminggu berturut-turut saja, bisa rubuh lagi. Dan besi pengamannya cuma dicat saja,” beber warga.

Informasi diperoleh, untuk renovasi jembatan sepanjang 8 meter itu, pihak Kebun Dolok Sinumbah memberikan bantuan dana ke Pemerintah Nagori Pematang Kerasaan Rejo.

Ironisnya, dana desa tahap pertama yang dikelola Pemerintah Nagori Pematang Kerasaan Rejo turut disedot dan warga diduga dikutip sebesar Rp 50 ribu. “Memakai dana desa, sementara sudah ada bantuan dana dan kalau begitu saja renovasi gak sampai biayanya sebesar Rp 50 juta,” kata warga. (Zai)