Kepala Retak Tertimpa Pagar, Anak 2,5 Tahun Ini Berharap Uluran Tangan

Kondisi Yohannes saat dirawat di Rumah Sakit Vita Insani.

Siantar, Lintangnews.com | Tak  memiliki uang untuk biaya medis, membuat pasangan suami istri (pasutri) Lambok Hutabarat dan Christine Agustina Situmeang tidak bisa berbuat banyak atas kecelakaan yang dialami anak mereka, Yohannes Marcelo Pardomuan Hutabarat (2,5).

Anak pertama dari 2 bersaudara ini sempat dibawa ke salah satu Rumah Sakit (RS) di Medan. Pihak RS meminta dana awal sebesar Rp 50 juta untuk perawatan medis. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya Yohannes dibawa pulang.

Menurut Lambok, dirinya terpaksa membawa anaknya pulang karena tidak memiliki uang untuk biaya medis.

“Kami bingung harus berbuat apa lagi, karena tidak punya uang dan belum terdaftar di BPJS Kesehatan akibat keadaan ekonomi,” kata Lambok, Kamis (18/4/2019).

Lambok menuturkan, awalnya Yohannes sedang bermain-main bersama anak seusianya, Kamis (11/4/2019). Tanpa disadari ada pagar besi jatuh dan menimpa tubuh Yohannes. Ini mengakibatkan luka retak di bagian depan atau jidat dan tulang belakang kepala. Selain itu, bagian dada Yohannes juga mengalami luka.

“Kemungkinan pagar itu roboh setelah didorong-dorong dan dipanjat. Mengetahui Yohannes menjerit kesakitan, warga yang mengetahuinya langsung berusaha menolong,” papar Lambok.

Awalnya Yohannes dilarikan ke RS Tentara. Akhirnya dirujuk ke salah satu RS di Medan. “Karena RS di Medan meminta uang Rp 50 juta, terpaksa Yohannes dibawa pulang,” sebut pria yang bekerja sebagai supir serap mobil lintas pengangkut barang ini.

Menurut Lombok, saat ini Yohannes dibawa Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) dan dirawat di ruang 525 lantai II. Ini setelah pihak RSVI bisa dibujuk untuk merawat Yohannes tanpa meminta dana awal.

Lambok mengaku, sejauh ini kondisi anaknya masih mengkhawatirkan dan tak kunjung membaik. Bahkan saat ini Yohannes sering muntah-muntah. Menurutnya, penanganan medis belum berjalan maksimal akibat keterbatasan biaya.

“Kami mengharapkan bantuan dari siapapun agar anak Yohannes bisa sembuh total,” ucapnya dengan nada sedih.

Lambok khawatir, jika tidak ada penanganan serius maka dampak buruk bakal dialami Yohannes. Pihak keluarga juga tidak dapat berbuat banyak karena faktor ekonomi.

Warga Suka Mulia, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun ini berharap uluran tangan dari berbagai pihak untuk kesembuhannya Yohannes.

Bagi siapapun yang ingin membantu dapat menghubungi nomor kontak 085277090951 atau melihat langsung kondisi Yohannes di RSVI Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur. Atau mengirimkan dana bantuan ke Bank BRI dengan nomor rekening 0113-01-088143-50-4 atas nama Christine Agustina Situmeang. (rel)