Kepsek SMPN 1 Jorlang Hataran Susun RKS dan RKAS Tak Libatkan Tim

SMP Negeri 1 Jorlang Hataran.

Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Jhonny Simatupang dalam hal menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RAKS) tidak melibat sertakan tim penyusun (menyusun sendiri).

Tudingan terhadap mantan Kepsek SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun ini disampaikan oleh sejumlah guru-guru di SMPN 1 Jorlang Hataran, kemarin.

Menurut para guru, seharusnya tim penyusun RKS dan RKAS harus dibentuk guna melakukan analisa situasional sekolah. Menetapkan tujuan satu tahunan, melakukan identifikasi tantangan nyata, dan termasuk menyusun sejumlah standar-standar.

Misalnya standar pembiayaan, sambung mereka, hingga hasil evaluasi untuk standar pembiayaan diperoleh kondisi nyata sekolah dalam menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat Rencana Anggaran Pendapat dan Belanja Sekolah (RAPBS) mengikutsertakan stakeholders dan mencakup 10 unsur. Maka besarnya tantangan nyata adalah menambah 4 unsur.

Akan tapi Kepsek mengabaikan, dengan mengatakan seluruh program-program sekolah sebelumnya tidak bermutu.

Terkait tudingan para guru itu, Ketua Komite SMPN 1 Jorlang Hataran, Gurgur Simanjuntak yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Simalungun itu, Minggu (2/6/2019) mengaku, dirinya tidak dilibatkan.

“Bagaimana programnya saya gak tau. Biasanya itu harus dilaksanakan dengan mengikutsertakan guru, dewan guru, dan komite sekolah. Tapi saya gak tau apakah RKS dan RKAS sudah dibuat atau belum. Karena saya gak dilibatkan,” ungkap Gurgur.

Dikatakan, jika penyusunan terhadap RKS dan RKAS sudah dilaksanakan Kepsek SMPN 1 Jorlang Hataran, maka dirinya menyatakan tidak akan setuju.

“Selaku Ketua Komite Sekolah, jika itu sudah dilaksana kan tentunya saya tidak akan setuju. Sebenarnya dalam menyusun RKS dan RKAS itu tidak bisa hanya sebatas wewenang Kepsek saja. Tapi ada sebuah keharusan melibat sertakan tim,” tegasnya.

Lanjutnya, RKAS itu merupakan rencana yang lebih rinci dalam 1 tahunan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari RKS. Maka tim penyusun RKAS adalah juga tim penyusun RKS. Sebab tim RKS lah yang menjabarkan lebih mendetail.

Menurut Gurgur,  garis besarnya adalah melaksanakan kajian terhadap situasi dan kondisi sekolah beserta lingkungan yang ada. Baik ditinjau dari sisi geografis, demografis, sosial masyarakat, ekonomi, input siswa, komponen-komponen sekolah dan lainnya.

“Analisa ini pada intinya akan menemukan potret nyata sekolah dan lingkungan sekitar secara obyektif dalam bentuk profil sekolah. Namun sejak Simatupang menjadi Kepsek, saya tidak pernah dilibatkan. Padahal waktu Kepsek sebelumnya, selalu dilibatkan,” kata Gurgur. (zai)