Kerusakan Jalan Bulupange Proyek Milik UPT Siantar Tahun 2018 Semakin Parah

Kerusakan proyek jalan provinsi Siantar-Raya di Bulupange kian parah meskipun telah berulang kali diperbaiki.

Simalungun, Lintangnews.com | Tingkat kerusakan jalan provinsi jurusan Siantar ke Pematang Raya, Kabupaten Simalungun di Bulupange Kecamatan Raya dan merupakan proyek UPT Siantar tahun 2018 lalu itu semakin parah.

Walaupun diketahui kerusakan jalan milik Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (DBMBK) Provinsi Sumatera Utara itu telah berulang kali diperbaiki.

Kuat dugaan kian parahnya kerusakan jalan menelan anggara miliaran rupiah itu akibat diperbaiki asal jadi. Fakta di lapangan, pengerjaan perbaikan tidak menggunakan material baru, melainkan material bekas dengan memasaknya kembali lalu menghamparkan dan dipadatkan pakai stemplar.

Belum lagi seumur jagung, justru perbaikan mengalami kerusakan. Selanjutnya diperbaiki lagi dengan praktek pengerjaan perbaikan awal. Ini mengakibatkan tingkat kerusakan lebih fatal dan kian mewabah ke titik lainnya.

Akibatnya, proyek yang baru dikerjakan tahun lalu itu dituding sejumlah pemerhati dinilai proyek abal-abal.

Salah satu warga saat melintas, marga Purba mengatakan, prihatin melihat kerusakan jalan tersebut. Dirinya berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) agar meninjau kembali realisasi proyek yang dilaksanakan DBMBK melalui UPT Siantar dengan menggunakan APBD Tahun Anggara (TA) 2018.

“Sangat memprihatinkan. Sebagai masyarakat Kabupaten Simalungun, kita harapakan Pemprovsu meninjau kembali realisasi proyek tahun lalu itu. Mengingat anggarannya cukup besar, tapi tidak berkualitas. Karena baru rampung dikerjakan sudah rusak,” imbuhnya, Senin (21/1/2019).

Selain diduga kerusakan akibat asal jadi dikerjakan, juga karena lambannya pengerjaan dilaksanakan pihak rekanan pemenang lelang. Dampaknya, perbaikan jalan provinsi jurusan Siantar-Raya di Bulupange Kecamatan Raya itu cepat rusak parah mengingat pelaksanaannya kejar tayang.

“Sudah terlalu lama dimulai pengerjaannya, sehingga realisasinya kejar tayang dan kurang berkualitas alias abal-abal. Kita harapkan Pemprovsu untuk meninjau ulang hasil proyek menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih itu. Karena jalan ini adalah kebutuhan masyarakat banyak,” imbuhnya. (zai)

Kerusakan proyek jalan provinsi Siantar-Raya di Bulupange kian parah walau telah berulang kali diperbaiki.