Ketua PP Siantar Minta Musda KNPI 22 Desember Ditunda

Ketua MPC PP Kota Siantar, Ronald Darwin Tampubolon (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Polemik di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Siantar tampaknya semakin bergeliat.

Rencana Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan pada 22 Desember 2018 mendatang mendapat penolakan dari beberapa Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) di Siantar.

Seperti disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Siantar, Ronald Darwin Tampubolon saat dikonfirmasi, Minggu (16/12/2018) usia membaca berita di media online bahwa akan dilaksanakan Musda KNPI secara mendadak.

Menanggapi hal ini, dirinya meminta DPD KNPI Sumatera Utara agar tidak memaksakan kehendak melakukan Musda KNPI Siantar menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Alangkah indahnya jika agenda besar ini dilakukan di bulan Januari atau Februari 2019. Ini mengingat sejumlah Ketua OKP yang beragama Kristiani, sehingga tersita waktu dalam merayakan Natal dan Tahun Baru,” sebutnya.

Mantan anggota DPRD Siantar ini juga meminta KNPI Sumut agar tidak bertindak sewenang-wenang dan mengobok-obok KNPI di Siantar.

“Dari Surat Keputusan (SK) yang telah dikeluarkan KNPI Sumut telah jelas memberi instruksi kepada Parlaungan Purba Ketua KNPI Siantar untuk melakukan Musda. Hanya saja agenda Musda kemarin dibatalkan secara tiba-tiba dan langsung dikeluar SK Karateker. Kita pertanyakan dasar kebijakan itu,” cecarnya.

Ditambahkan Ronald, semua pihak sepakat Siantar tetap dalam keadaan kondusif dengan seluruh OKP yang ada telah kompak. Sehingga jangan dipecah belah dengan sikap KNPI Sumut yang melahirkan SK Karateker.

Kepada Pemko Siantar, Ronald berharap, agar menjadi penegah dalam persoalan ini agar kondisi tetap kondusif. Apalagi menjelang Pemilu 2019 yang semakin dekat agar dicoba duduk bersama.

“Jangan dipaksakan Musda bulan ini, apa cuma mau mengejar APBD. Siapa pun yang terpilih kita tidak ada kepentingan, ini hanya soal rencana Musda yang ‘bertabrakan’ dengan agenda Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Ronald menuturkan, jika dipaksakan Musda KNPI pada tanggal 22 Desember nanti dan tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diinginkan, maka siapa yang berani bertanggungjawab.

“Jadi tolong lah, KNPI Sumut jangan buat kacau. Jangan mereka tinggalkan bom waktu di Siantar. Jangan karena ini nantinya ada gesekan antar OKP, sehingga terjadi keributan. Padahal selama ini kita rukun,” tutupnya. (elisbet)