‘Kicauan’ Tersangka dari Pematang Bandar Dikembangkan, Rahmat Terduga Bandar Sabu Kabur

27
Tersangka Suheri Purba dan Riko Ardian bersama barang bukti yang diamankan petugas.

Simalungun, Lintangnews.com | ‘Kicauan’ para tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang sebelumnya ditangkap Unit Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun dari Nagori Purba Ganda, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, berlanjut dengan pengembangan.

Rahmat terduga baru atas pengakuan Suheri Purba (40), adik dari warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar, Syamsul Purba, belum ditemukan petugas. Diduga keburu mengetahui adanya penangkapan lalu berhasil melarikan diri.

Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Kasat Narkoba, AKP Eduar Tobing yang diteruskan Kassubag Humas Polres, Iptu Lukman Hakim, Rabu (4/12/2019) menerangkan, Suheri warga Pematang Kerasaan Rejo Nagori Bandar, ditangkap Senin (3/12/2019) sekira pukul 02.30 WIB dari rumah orang tuanya. Tepatnya di Desa Pematang Kerasaan Rejo, Nagori Bandar.

“Suheri ditangkap atas kicauan tersangka Riko Ardian. Ini setelah sebelumnya, tersangka Arianto Batubara, dan Angga Satria dan Yudi Surya pasca ditangkap, Senin (2/12/2019) sekira pukul 22.30 WIB dari sebuah gubuk di Nagori Purba Ganda,” sebut AKP Eduar.

Lanjutnya, tempo waktu setengah jam, Riko Ardian ditangkap dari rumah orang tuanya di Kampung III Nagori Purba Ganda, Kecamatan Pematang Bandar. Riko mengaku menjual pada Ardianto Batubara, Angga Satria, dan Yudi Surya yang dipesan dari Syamsul.

Diketahui sabu dari Syamsul itu diserahkan adiknya, Suheri. Setelah Suheri ditangkap, akhirnya mengaku sabu itu milik Rahmat.

Selanjutnya atas pengakuan Suheri, petugas melakukan pencarian dan pengembangan terhadap Rahmat. Namun tidak ditemukan. Menurut petugas, ini akibat diduga Rahmat sudah mengetahui adanya penangkapan.

Ketiga tersangka Arianto Batubara, Angga Satria dan Yudi Surya.

“Dari Suheri, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 bungkus plastik klip besar isi 4 bungkus plastil klip sedang berisi sabu, uang tunai sebesar Rp 150 ribu, 2 bungkus plastik klip besar isi plastik klip kosong,  1 buah dompet hitam berisi kartu KTP dan ATM atas nama Suheri beserta1 buah kunci sepeda motor jenis Honda Vario,” papar AKP Eduar.

Dijelaskan, usai menangkap 4 orang tersangka (Arianto Batubara, Angga Satria, Yudi Surya dan Riko Ardian), kembali petugas melakukan interogasi terhadap Riko Ardian. Dia mengakui, sabu miliknya dipesan dari Syamsul.

Selanjutnya diterima melalui adiknya Syamsul bernama Suheri di Simpang Masjid Dolok Sinumbah.

Lalu sekira pukul 02.30 WIB, Suheri ditangkap dan petugas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan sejumlah sabu di kantong pembuangan sampah dapur rumah berikut barang bukti lainnya. Suheri ketika diinterogasi, mengakui sabu miliknya diperoleh dari Rahmat.

Ini sebelumnya melalui komunikasi Suheri kepada abangnya, Syamsul yang memerintahkan untuk mengambil sabu pafa Rahmat. Dari keterangan Suheri, petugaa melakukan pencarian terhadap Rahmat, namun tidak ditemukan

“Selanjutnya para tersangka dan barang bukti diamankan ke Polres Simalungun untuk dilakukan proses penyidikan, pengembangan jaringan, serta mengirim barang bukti ke labfor dan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” papar AKP Eduar. (rel/zai)