Kondisi Gedung dan Mobiler SDN 108152 Sei Serimah Memprihatinkan

Kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Sergai, Lintangnews.com | Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 108152 Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) cukup memprihatinkan.

Ini karena gedung sekolah dan mobilernya sudah rusak parah. Masyarakat pun berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sergai dapat melakukan perbaikan.

Pantauan lintangnews.com, melihat dari luar dengan bangunan sekolah tampak cantik akibat polesan cat.

Tetapi begitu masuk, ternyata bangunannya sangat memprihatinkan. Salah satunya pintu lokal sudah lapuk dan satu pun tidak ada punya kunci, serta kaca jendela banyak yang pecah, asbes di setiap lokal (ruang kelas) kondisi bolong.

Yang lebih memprihatinkan lagi, WC sekolah tidak berfungsi sama sekali. Untuk mobilernya mulai dari meja, bangku, papan tulis dan lemari penyimpan buku di setiap lokal sudah tidak layak lagi.

Hertika Hutabarat (35) salah satu orang tua murid pada lintangnews.com mengatakan, hal ini sudah lama dan tidak pernah ada perhatian dari Disdik Sergai.

Kondisi meja dan bangku yang memprihatinkan.

“Kalau seperti ini terus bagaimana anak-anak kami bisa belajar dengan konsentrasi,” ucap Hertika.

Lanjut Hertika, sekolah itu merupakan tempat satu-satunya bagi anak mereka menimba ilmu di bangku SD.

Menurutnya, jika kondisi seperti ini ditambah asbes sudah bolong dan kamar mandi sekolah pun tidak bisa difungsikan sama sekali, sering pada saat jam belajar anak-anak hendak buang air besar terpaksa pulang ke rumah.

“Jadi bagaimana anak-anak kami bisa belajar dengan konsentrasi. Yang jelas kami orang tua murid bertanya-tanya kemana saja dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dibuat. Masa rehab pintu, papan tulis, meja dan bangku belajar tidak pernah digunakan,” katanya, Sabtu (17/11/2018).

Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kacamatan Bandar Khalifah, Julu Sirait. SPd pada saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan untuk pengadaan mobiler seperti bangku dan meja belajar.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan terealisasi. Masalah kamar mandi sekolah tersebut baru ini kita mengetahui bahwasanya tidak bisa difungsikan lagi,” sebut Julu. (ps)