Korban Terakhir Longsor di Desa Halado Akhirnya Ditemukan

Korban longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan Meranti yang ditemukan warga.

Tobasa, Lintangnews.com | Setelah sebelumnya dinyatakan hilang, korban terakhir longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sutan Marpaung akhirnya ditemukan di hilir sungai oleh warga setempat B Panjaitan.

Jenazah Sutan Marpaung ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, pada Senin (24/12/2018).

Sebelumnya, segala upaya telah dilakukan untuk menemukan korban longsor atas nama Sutan Marpaung, melalui kerjasama Basarnas, Kepolisian dan TNI dengan mengerahkan alat berat hingga menggunakan anjing pelacak, namun tidak membuahkan hasil.

“Benar jika korban ke 10 yang sebelumnya dinyatakan hilang atas nama Sutan Marpaung telah ditemukan sekitar 200 meter dari kejadian di hilir sungai,” sebut Camat Pintu Pohan, Gibson Sinaga, Rabu (26/12/2018).

Ditambahkan Gibson, sesuai Standard Operasional Procedural (SOP) tim Basarnas, Kepolisian, TNI, Pemkab Tobasa dan Pemprovsu telah memperpanjang pencarian selama 7 hari menjadi 8 hari sesuai permintaan keluarga, namun tidak membuahkan hasil.

“Kita bersama keluarga telah melakukan tabur bunga di lokasi kejadian sebagai bentuk turut berduka atas peristiwa tersebut. Pihak keluarga juga sudah pasrah dengan kejadian itu,” ujar Gibson.

Proses evakuasi korban longsor Sutan Marpaung.

Namun rasa penasaran, dan bertanya seolah ingin tau warga jika telah meninggal dimana mayatnya dan bila masih hidup kemana perginya, sehingga B Panjaitan mencoba menyusuri aliran air sungai siapa tau terbawa air sungai sampai ke hilir.

Ternyata jerih payah penyusuran aliran sungai dalam melakukan pencarian itu membuahkan hasil. B Panjaitan berhasil menemukan jenazah Sutan Marpaung di tepi sungai yang tertimbun tanah dan ranting pepohonan dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Selanjutnya masyarakat dan TNI melakukan pengangkatan jenazah korban untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Untuk selanjutnya dilakukan acara pengebumian pada hari itu juga.

Terpisah, adik korban atas nama Imran Marpaung merasa senang ditemukannya jenazah abangnya yang hilang selama 12 hari terbawa longsor.

“Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu pencarian korban longsor di Desa Halado. Di mana salah satu korban adalah abang saya sendiri yang ditemukan Senin kemarin,” ujar Imran. (asri)