Masuki Purna Bakti, Sekda Tebingtinggi Pimpin Apel Terakhir

Sekda Johan Samose Harahap saat memimpin apel di lingkungan Pemko Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Sekretaris Daerah (Sekda), Johan Samose Harahap yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) per 1 Oktober 2018, sekaligus memasuki purna bhakti, memimpin apel pagi, sekaligus perpisahan dengan para ASN di lingkungan Pemko Tebingtinggi, Senin (24/9/2018).

Dalam amanatnya, Johan Samose menyampaikan beberapa pesan di antaranya, berkaitan dengan Pemilu, kepada ASN agar menjaga integritas dengan tetap netral dan mengajak masyarakat tetap menjaga kondusifitas Kota Tebingtinggi.

“Camat, Lurah dan jajarannya untuk dapat menjadi perwakilan pemerintah dalam menyampaikan informasi. Sehingga sampai informasi tentang Pemilu sampai lingkup masyarakat terkecil,” sebut Johan Samose.

Disampaikan Sekda, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tebingtinggi telah selesai dilakukan evaluasi yang merupakan reprentasi penyelenggaraan pemerintah tahun 2017.

Menurutnya, dari hasil tim evaluasi dan verifikasi tingkat nasional, Tebingtinggi memperoleh peringkat pertama untuk katagori kota dengan nilai sangat tinggi dan seluruh kota se Sumatera masuk dalam peringkat dua.

“Prestasi yang telah diperoleh itu merupakan hasil kerja kita semua yang saling berkoordinasi dan bekerja sesuai dengan ketentuan berlaku. Prestasi ini adalah keberhasilan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tebingtinggi,” sebut Sekda.

Johan Samose yang sudah mengabdi sebagai Sekda selama 8 tahun menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pimpinan OPD dan para ASN di lingkungan Pemko Tebingtinggi yang telah banyak membantu dalam menjalankan perannya selama ini.

“Saya percaya tanpa bantuan dan kerjasama yang terjalin baik, mustahil saya akan dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan baik. Termasuk juga memperoleh hasil yang baik pula,” paparnya.

Dirinya juga memohon maaf kepada segenap ASN, jika selama bertugas di Tebingtinggi, mungkin disana sini dapat menyinggung perasaan. “Semua itu bukan lah karena kebencian atau tidak senang terhadap seseorang, melainkan sebuah tuntutan pekerjaan dan tanggungjawab, saya mohon maaf,” ujarnya.

Apel diakhiri dengan saling berjabat tangan antara segenap peserta apel jajaran ASN Tebingtinggi dengan Johan Samose yang akan mengakhiri masa bhaktinya. (purba)