Masyarakat Sirait Uruk Desa Patane I Harapkan Perbaikan Jalan

97
Kondisi jalan di Desa Patane I merupakan jalan Kabupaten.

Tobasa, Lintangnews.com | Masyarakat Sirait Uruk Desa Patane I, Kecamatan Porsea berharap Pemkab Toba Samosir (Tobasa) memperbaiki jalan Kabupaten yang belum mendapat perhatian dari Bupati Darwin Siagian sejak tiga (3) tahun dilantik, sehingga mereka merasa dianak tirikan.

Pasalnya, akibat dari jalan yang sudah kupak-kapik dan dipenuhi lubang itu telah sering terjadi kecelakan bagi pengguna sepeda motor. Terlebih saat musim hujan, pengendara sepeda motor tidak mengetahui ada lubang sebab tertutup genangan air hujan, terlebih pada malam hari.

“Seharusnya Pemkab Tobasa memperbaiki jalan yang sudah tidak layak itu. Jangan setelah memakan korban jiwa baru dilakukan perbaiki, terlebih jalan itu sering dilintasi para pelajar SD dan SMP,” sebut salah seorang warga Patane I, Yenti Silaban, Sabtu (29/9/2018).

Menurutnya, meskipun Desa Sirait Uruk Patane I merupakan salah satu basis suara Darwin Siagian sewaktu mencalonkan, mereka tidak pernah meminta apapun yang berlebihan pada orang nomor 1 di Kabupaten Tobasa.

“Kami sebagai masyarakat berhak mendapatkan pembangunan seperti daerah lain di wilayah Kabupaten Tobasa, apalagi terkait kondisi jalan yang bisa menyebabkan kecelakaan,” sebut Yenti.

Lanjutnya, warga Patane I berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Tobasa dan Bupati Darwin Siagian, agar sedikit melirik jalan di daerah mereka diperbaiki.

“Kami bukan menuntut janji kampanye Darwin Siagian saat mecalonkan menjadi Bupati Tobasa, tetapi jalan menuju objek wisata Danau Toba Des Sampuara sudah layak diperbaiki, sehingga dapat meningkatkan percepatan destinasi wisata Danau Toba kelas wahid (Monaco of Asia) yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat pada tahun 2016 lalu,” pungkasnya berharap.

Sementara itu, Camat Porsea, Robert Manurung mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah perbaikan jalan itu sudah diajukan di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa.

“Kemungkinan jalan itu bukan termasuk pembahasan dalam musrenbang. Sebab hanya 2 usulan dari masing-masing desa di musrenbang,” sebut Robert. (asri)