Natal Bersama GMKI dan Pedagang Pasar Horas Berlangsung Penuh Sukacita

Suasana perayaan Natal GMKI dan Pedagang Pajak Horas (Balimpel).

Siantar, Lintangnews.com | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar-Simalungun kembali mempererat tali persaudaraan dengan pedagang Pasar Horas Jyang tergabung dalam balimpel (balairung, kaki lima dan kios tempel ) melalui perayaan Natal bersama yang diadakan pada Minggu (16/12/2018).

Perayaan Natal yang berlangsung penuh sukacita di depan gerbang utama Pasar Horas itu dihadiri kader-kader GMKI, Aliansi Pedagang Balimpel, Kelompok Cipayung Plus, mewakili Polres Siantar dan Dirut Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ), Bambang K Wahyono.

Dalam sambutannya, Kapolsek Siantar Barat, Iptu Armada Simbolon mengatakan, Siantar sebagai kota toleran ketiga harus dijaga ketertibannya dan harus ditingkatkan.

Hal senada juga disampaikan Mastiara Sihotang yang merupakan senior GMKI. Menurutnya, pedagang juga perlu meningkatkan ketertiban Pasar Horas melalui tertib dan rapi dalam berjualan.

“Perayaan Natal ini merupakan yang pertama dilakukan oleh Balimpel,” sebut Ketua Panitia, Hizkia Ronaldus Silalahi yang juga merupakan Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI.

Sementara pedagang Pasar Horas mengaku gembira dengan adanya perayaan Natal itu, karena dapat mempererat tali persaudaraan antar pedagang yang merupakan saudara sepenanggungan.

Dalam perayaan tersebut, panitia mempersembahkan sebuah puisi berisi doa, kritikan akan kebijakan pemerintah dan refleksi yang diiringi oleh pemutaran video perjuangan Balimpel dan mahasiswa dalam menolak pembangunan sepihak beberapa bulan lalu.

Seusai pembacaan puisi dan pemutaran video, dilanjutkan dengan renungan situasional yang dibawakan kader GMKI dari STB (Sekolah Tinggi Bible Vruow ) HKBP, Okta Lina Simatupang.

Momen pembacaan puisi dan renungan situasional itu menyentuh hati pedagang, karena mengingatkan getirnya perjuangan Balimpel dan mahasiswa beberapa bulan lalu.

Ketua GMKI Siantar-Simalungun, Wahyu Nolim Siregar dalam sambutannya mengatakan, pihaknya siap untuk hadir dan berpartisipasi dalam membantu menyelesaikan persoalan orang-orang yang termarjinalkan, termasuk pedagang Balimpel.

Mahasiswa alumni STT HKBP ini menyampaikan, GMKI akan selalu siap menyuarakan kebenaran dan keadilan. Wahyu berharap, komunikasi yang baik dalam setiap pengambilan keputusan dapat terjalin antara pedagang dan Dirut PDPHJ yang baru. (rel)