Optimisme di Tengah Pandemi, Pemuda Simardona Lakukan Gerakan Ekonomi Kreatif Desa

Hasnan Habib Harahap menunjukan hasil jahitan batik karya pemuda Desa Simardona.

Padang Lawas Utara, Lintangnews.com | Hasnan Habib Harahap (21) pemuda Desa Simardona, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, melakukan gerakan ekonomi kreatif desa melalui program ‘Dimulai Dari Desa’ atau disingkat (D3).

Hasnan menerangkan, dalam program tersebut terdapat 3 kegiatan, pertama Dari Desa Belajar (DDB). Kegiatan DDB ini memuat kegiatan belajar mengajar tentang pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Arab, mengaji dan komputer.

“Saya bagi waktu mengajar untuk anak-anak Bahasa Inggris dan Arab, mengaji dan belajar komputer. Kalau komputer ini saya menggunakan laptop pribadi, milik Kepala Desa (Kades) dan kakak saya. Jadi memanfaatkan fasilitas yang sudah ada saja,” kata Hasan, Selasa (1/12/2020).

Selanjutnya kedua, Dari Desa Menabung (DDM). Dalam kegiatan ini mengajarkan dan membiasakan anak-anak untuk menabung. Dari DDM, Hasna mengajarkan anak-anak dan masyarakat tentang pentingnya menabung karena akses ke kota sangat jauh.

“Jadi menabung dengan program DDM Insya Allah memudahkan masyarakat juga. Karena tabungannya pun bisa dipergunakan untuk lanjut tingkat sekolah selanjutnya,” ucap pria yang baru menyelesaikan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padang Sidimpuan jurusan Perbankan Syariah ini.

Terakhir adalah Dari Desa Usaha Kreatif (DDUK). Ini berawal dari belajar otodidak di Youtube, Hasnan mencoba belajar menjahit.

“Saya memang bisa menjahit itu juga belajar otodidak dari Youtube, jadi iseng membuat kemeja mengajak temen-temen sekitar belajar menjahit. Ternyata masyarakat antusias memberikan mesin jahit mereka ke saya secara cuma-cuma. Saya pun memperlihatkan ada beberapa mesin jahit di rumah yang telah dipinjamkan oleh masyarakat Simardona,” ungkap Hasnan.

Baginya kegiatan ekonomi kreatif di masa pandemi seperti ini, yang diperlukan adalah niat dan keikhlasan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.

Kegiatan belajar mengajar pemuda Desa Simardona.

“Kalau yang muda bisa memanfaatkan fasilitas yang ada dan ikhlas mau mengabdi, Insya Allah kita mampu memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat Desa, terutama untuk anak sekolah yang belum bisa masuk kelas secara normal,” tegas Hasnan.

Wakil Direktur Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia, Iswan Kaputra mengatakan, pandemi Covid-19 ternyata memicu dampak positif bagi kalangan pemuda kreatif yang berniat membangun kampungnya.

Seperti Hasnan mengkreasikan berbagai macam kegiatan untuk masyarakat desanya, seperti gerakan ekonomi kreatif yakni, D3, DDB, DDM, DDUK dan banyak lagi kegiatan progresif lainnya.

Dengan berkembangnya teknologi informasi, para pemuda Desa semakin kreatif dan maju. Bukan hanya Hasan, beberapa pemuda di desa pedalaman Air Hitam yang kuliah di Aceh juga mengisi waktu belajar atau kuliah daringnya dari rumah dan kegiatan-kegiatan sangat positif untuk desanya.

“Saya mendengar dari banyak pihak, kreatifitas pemuda yang seperti ini mulai bertumbuhan di banyak Desa. Itu artinya minat pemuda terhadap partisipasi dan pembangunan desanya, kini sangat tinggi. Ini adalah tanda-tanda baik dan kemajuan pola fikir pemuda Desa,” kata Iswan.

Dirinya berharap, kemajuan pola fikir itu kedepannya akan meningkat pada kepemimpinan di Desa yang diisi pemuda-pemuda kreatif seperti ini.

Karena anak muda memiliki tenaga yang masih sangat kuat, gagasan/fikiran kreatif dan pembaharu, dan solidaritas atau kebersamaan maupun perkawanan yang sangat baik.

“Jika kedepan desa-desa dipimpin dan dikelola oleh kalangan muda, saya yakin, cita-cita yang dituangkan dalam Undang-Undang (UU) Desa akan terwujud dan sampai pada kondisi maksimalnya,” paparnya.

Wakil Direktur Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia, Iswan Kaputra.

Saat ini, para pihak di Desa harus mendukung bertumbuhnya pada kaum muda yang ingin berbakti dan berpartisipasi membangun Desa.

Dukungan materil dan moril sangat perlu untuk mereka. Pemerintahan Desa (Pemdes) yang sedang menjabat juga harus mendukung mereka secara materil dan moril.

Sementara itu menurut Kades Simardona, Pagidoan Harahap, pihaknya akan selalu siap membantu program program anak muda yang mempunyai niat untuk membangun Desa.

Menurut Pagidoan, jarang sekali anak desa yang sudah menyelesaikan pendidikan kuliahnya, mau tinggal di kampung. Maka langkah yang sudah dipilih Hasnan untuk mengajak para pemuda untuk mengembangkan desanya patut didukung.

“Saya beserta aparat Pemdes Simardona mengapresiasi yang setinggi-tingginya. Kedepan, kita akan menampung anggaran dana desa untuk kegiatan-kegiatan itu,” paparnya. (SS)