Ortu nya Dianggap Pilih Kasih, Warga Simalungun ini Mau Bunuh Diri di Rel Gantung Siantar

LM saat mau diri di rel gantung Jalan Wahidin Kota Siantar. (irfann/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Warga Jalan Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utar mendadak heboh menyaksikan aksi bunuh diri seorang wanita menggendong tas merah mengenakan celana jeans dari atas rel kereta api, Senin (16/9/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

Belakangan wanita yang menggunakan tas merah mengenakan celana jeans itu belakangan diketahui berinisial LM (17) warga Desa Bagadu, Kabupaten Simalungun.

Niat bunuh diri LM dengan cara melompat dari atas rel kereta api di Jalan Wahidin, Kecamatan Siantar Utara, gagal seketika. Ini setelah warga yang berjualan di sekitar lokasi membujuk dirinya agar tidak melompat dari atas rel kereta api.

Informasi dihimpun, sebelumnya LM datang bersama seorang pria. Namun tak berapa lama di lokasi kedua terlibat adu mulut dengan kekasihnya, kemudian keduanya meninggalkan lokasi.

“Sudah pergi dia sama pria, terus saat datang lagi mennangis sambil mau melompat dari atas rel kereta api,” kata Citra Melda Kaban (25) usai menyelamatkan LM.

Pantauan di lokasi, aksi LM itu pun menjadi tontonan warga sekitar sembari mengabadikannya di media sosial (medsos).

Tak berapa lama, warga yang menghubungi pihak Polsek Siantar Barat, tiba di lokasi langsung mengamankan LM. Melihat kondisi LM yang lemah petugas langsung membawanya ke RSUD Djasamen Saragih.

LM saat berada di RSUD Djasamen Saragih (irfan/LN)

Sementara, Kapolsek Siantar Barat, Iptu Subagya saat dikonfirmasi mengatakan, LM sudah dijemput kedua orang tuanya.

“Setiba Polsek, kedua orang tuanya langsung menjemputnya,” kata Iptu Subagya.

Iptu Subagya menuturkan, LM nekad bunuh diri, karena dirinya merasa kedua orang tua nya pilih kasih kepadanya.

“Dia anak paling kecil dari 3 bersaudara dan merasa orang tuanya pilih kasih,” pungkas Iptu Subagya. (Irfan)