Pasutri Guru Honorer Dianggap Menghina Guru SMKN 2 Siantar akan Dipolisikan

Marjo dan istrinya saat mendatangi lokasi SMK Negeri 2 Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Pasangan suami istri (pasutri) Marjo Situmorang dan Hotmaria Marpaung berprofesi sebagai guru honorer dianggap mengundang keributan dengan para guru SMK Negeri 2 Kota Santar, Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar Timur, Senin (10/2/2020).

Ini diketahui setelah video itu viral di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi kurang lebih 1 menit 9 detik, terlihat Hotmaria menyebutkan Bendahara Pengeluaran Sekolah, Jan Phillan dan guru-guru SMKN 2 melakukan pungutan liar. (pungli). “Dasar pungli, pungli kau ya,” teriaknya dalam video.

Dalam video itu, Hotmaria disaksikan para guru dan tenaga honorer lain melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada Jan Phillan.

Terkait video dimaksud, Jan Phillan membenarkan keributan itu terjadi di SMKN 2 Siantar. Dia mengungkapkan, kejadian itu memang sengaja dilakukan Marjo.

Jan Phillan menyebutkan, Marjo yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu memang sengaja merusak citra guru di SMKN 2 dengan membawa sejumlah wartawan sebelum keributan dilakukan istrinya.

“Dia (Marjo) memang sengaja merusak citra SMKN 2 dengan membawa wartawan untuk menyorot pihak sekolah tidak membayar gaji tambahan dari kas komite sekolah kepada dirinya,” papar Jan Phillan, Rabu (12/2/2020).

Jan Phillan menuturkan, sebelumnya sudah dibilang Kepala Sekolah (Kepsek) pada Marjo akan dibayar, tetapi bersangkutan tidak sabar.

“Dibilang lagi saya sengaja tidak memberi gaji dia. Padahal dia sudah tau, kas Komite Sekolah mulai bulan Oktober, November dan Desember lagi ada kendala. Sehingga tak cukup untuk membayar gaji tambahannya dari Komite Sekolah,” tambahnya.

Lanjutnya, Marjo pernah meminta wartawan menaikan sebuah berita yang tidak berimbang menuding guru SMKN 2 melakukan pungli pengambilan ijazah. “Kami tak ada melakukan pungli. Kami juga sudah minta buktinya,” tegasnya

Akibat ulah pasutri itu, para guru-guru akan melaporkan ke pihak Kepolisian dan meminta Kepsek mengambil keputusan.

“Kepsek harus mengambil keputusan, karena ulah keduanya meresahkan guru-guru, dia akan kita lapor dia ke polisi, ini sudah tidak bisa dibiarkan terus,” pungkasnya.

Terpisah, Marjo saat ditemui terkait keributan yang dilakukan, membenarkan kejadian tersebut. “Iya, karena gaji saya tidak diberikan sudah 3 bulan,” ujarnya singkat (Sihotang)