‘Pekan Sarapan Pagi Indonesia’ Dukung Desa Wisata Denai Lama

Berbagai kuliner yang disediakan pada para pengunjung di Agro Wisata Kampung Lama, Desa Denai Lama.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Dinobatkannya Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang sebagai Desa tujuan wisata membuat gairah para warga begitu semangat mendukung. Ini sekaligus memajukan agar Desa mereka terkenal sebagai desa wisata.

Seperti yang dilakukan para penggiat wisata kuliner Desa Denai Lama, Dedi Sopian , Salihin dan kawan-kawan sepakat melakukan launching wisata kuliner yang dinamakan ‘Pekan Sarapan Pagi Indonesia’ yang digelar, Minggu (19/1/2020) di seputaran Agro Wisata Kampung Lama.

Pekan Sarapan Pagi Indonesia itu menyajikan sarapan kue tradisional khas Melayu, seperti, rasyidah, makmur, lumpang, dangai, kerakas dan pulut kuning inti sangat cocok dinikmati sebelum menikmati wisata Traking Palo Naga Kampoeng Lama.

Diiringi alunan musik dan tarian tradisional Melayu, bisa menikmati kue-kue yang disajikan di bawah rimbunnya pohon dan kebun. Uniknya, saat membeli kue-kue khas itu terlebih dahulu menukar uang Rupiah dengan koin yang terbuat dari batok kelapa ke kasir.

Satu koin dari batok kelapa itu seharga Rp 2.000. Selanjutnya bisa membeli kue yang diinginkan ke penjaja kue di lokasi itu sesuai harga yang tertera pada jenis-jenis kue.

Penggagas Pekan Sarapan Pagi Indonesia, Dedi Sopian didampingi Salihin mengatakan, Pekan Sarapan Pagi Indonesia ini dibuat untuk mendukung agro wisata di Desa mereka. Selain itu, mereka melihat belum ada tempat sarapan bagi pengunjung yang datang pagi hari. Sehingga bisa pengunjung sarapan di tempat ini.

Para warga Desa Denai Lama yang mendukung program Agro Wisata Kampung Lama.

“Sementara ini kami masih buka seminggu sekali dan hanya menyediakan penganan atau kue khas Melayu. Kedepannya akan kami buka setiap pagi dan menambah menunya seperti nasi, lontong dan sebagainya,” sebut Dedi.

Ardiasyah Hasibuan warga Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) salah seorang pengunjung menilai, keberadaan Sarapan Pagi Indonesia’ bisa mendukung objek wisata di daerah itu.

“Selain kue yang dijajakan enak dan murah, cara membelinya pun unik. Kedepannya kami berharap, menu makanannya ditambah agar pengunjung bisa menikmati apa yang diinginkan,”  papar Ardiansyah.

Sementara itu Tokoh Pemuda Pendawa Pantai Labu, Edi Yansah menyambut baik ide dan inisiasi membuat Pekan Sarapan Pagi Indonesia sebagai penunjang objek wisata di Desa Denai Lama.

“Ditetapkannya Desa Denai Lama menjadi desa tujuan wisata, mau tak mau kita harus tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan profesional di segala bidang, agar predikat desa wisata pantas disandang. Mari kita dukung Desa Denai Lama  agar pengunjung ramai yang datang,” ujar Edi Yansah. (Idris)