Pembangunan Pagar dan Gapura SDN 173366 Parmonangan Diduga Asal Jadi

Pembangunan pagar dan gapura di SD Negeri 173366, Kecamatan Parmonangan dan plang proyek.

Taput, Lintangnews.com | Tidak seimbangnya tenaga pengawas dan banyaknya proyek di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berdampak buruk untuk kualitas bangunannya.

Apalagi banyak rekanan atau kontraktor dadakan yang belum diakui kinerjanya, sehingga hasilnya bisa dikatakan asal-asalan. Dengan kata lain, rekanan baru ini mau mengambil untung sebanyak-banyaknya, tanpa memikirkan kualitas pekerjaannya.

Hal ini terjadi karena monitoring pengawas ke lapangan sangat kurang, justru banyak pekerjaan sampai selesai tidak pernah dilihat pihak pengawas. Ini disebabkan kurangnya teknisi dari Dinas terkait, salah satu bukti di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Taput.

Menurut sumber yang dipercaya, ada 300 lebih paket pengerjaan dari dana PEN di Disdik Taput. Namun yang mengkwatirkan hanya 2 orang Pimpinan Proyek (Pimpro) dan beberapa orang pengawas untuk mengawasi proyek ratusan paket tersebut.

Ini menjadi peluang yang sangat besar khususnya bagi rekanan nakal untuk bermain atau membuat proyek asal jadi dan meraut untung yang besar tanpa memikirkan kualitas pekerjaannya.

Salah satu contoh pembangunan pagar dan gapura SD Negeri 173366, Kecamatan Parmonangan. Saat turun ke lokasi, ukuran dan kedalaman pondasi termasuk pengecoran awal diduga asal-asalan.

Ini terbukti pihak rekanan tidak mengerti dengan spek dan gambar yang dibuat dinas terkait. Namun begitu pun, pekerjaan tetap dilanjutkan, dikarenakan tidak ada sama sekali pengawasan dari Disdik Taput.

Salah seorang warga di lokasi pengerjaan, meminta agar dinas terkait menegur rekanan dan bila penting disuruh dibongkar kembali.

“Karena proyek ini saya nilai amburadul dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jangan anggaran ratusan juta menjadi sia -sia,” tutur warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Menindak lanjuti hal ini, Jumat (28/11//2020), Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Botor Hutasoit melalui telepon seluler beberapa kali dihubungi tidak ada respon meskipun sedang aktif. (Gihon)