Pemprovsu Alokasikan Anggaran dengan Nomenklatur Kegiatan yang Sama di Simalungun

Plang proyek Dinas BMBK Sumut tahun 2021 di Simalungun dan bangunan turap/talud/bronjong tahun 2020 yang dirusak diduga efek kesalahan teknis.

Simalungun, Lintangnews.com | Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMK), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali alokasikan anggaran dengan nomenklatur proyek fisik yang sama di Kabupaten Simalungun.

Diketahui, Dinas BMBK Sumut pada tahun 2020 alokasikan anggaran sebesar Rp 2.870.000.000 di Simalungun, persisnya, di Sondi Raya, Kecamatan Raya untuk pembangunan turap/talud/bronjong. Dengan tanggal kontrak, 19 Juni 2020. CV Bonimas selaku penyedia jasa.

Mirisnya, belum genap setahun rampung, timbunan badan jalan mengalami amblas. Meski belum pernah dilalui pengguna jalan.

Pantauan di lokasi, Rabu (17/11/2021), Dinas BMBK Sumut kembali alokasikan anggaran dengan nomenklatur kegiatan fisik dan lokasi yang sama. Yakni proyek pembangunan talud/turap/bronjong, dengan anggaran 3 kali lipat besarnya dari anggaran sebelumnya yakni, Rp 6.064.165.688, sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran (TA) 2021.

Sementara CV Pembangunan Nadajaya selaku penyedia jasa, dengan nomor kontrak. 602/UPTJJS-DBMBK/KPA/626/VIII/ 2021 tanggal 20 Agustus 2021. Dengan masa kerja atau masa pelaksanaan 120 hari kalender, sehingga dinilai aneh oleh sejumlah pengamat.

“Informasinya ada yang janggal, sehingga sebagian pekerjaan talud/turap/bronjong tahun sebelumnya dirusak. Sementara pekerjaan itu kan rampungnya di akhir tahun 2020, kan aneh,” kata seorang pengamat inisial JG menaruh curiga.

Adanya penilaian janggal atas realisasi pembangunan talud/turap/bronjong tahun lalu itu, Kadis BMBK Sumut, Bambang Pardede menyampaikan, belum mendapat informasi terkait kebenaran peristiwa.

“Selamat sore pak, pembangunan Turap di 2020 berdekatan dengan lokasi turap di 2021 saya belum dapat informasi. Apakah beda titik (berdekatan) atau d ititik yang sama,” sebutnya melalui pesan singkat.

“Saya akan cari tau kepada Kepala UPTJJS (Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Siantar). Namun kalau paket turap di 2021, memang benar adanya,” tukas Bambang. (Zai)