Pemprovsu Terkesan Setengah Hati, Sejumlah Kendaraan Terperangkap Rusak di Jalan Siantar-Raya

Kondisi Jalan Siantar-Raya mengalami kerusakan cukup parah.

Simalungun, Lintangnews.com | Peningkatan struktur jalan Siantar-Raya, Kabupaten Simalungun yang diselenggarakan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Ytaa menelan biaya sebesar Rp 12 miliar.

Namun, fakta di lapangan, peningkatan struktur Jalan Siantar-Raya dilaksanakan melalui pihak ketiga (rekanan) PT Demban Simpar Raya itu justru setengah hati.

“Kan setengah hati seperti itu. Hanya kondisi jalan di Gortak sama dekat Simpang Sigodang dan sebelumnya rusak yang diperbaiki,” keluh salah seorang warga, Edi, Rabu (25/11/2020) lalu.

Sementara, kondisi jalan tepatnya di sekitaran Nagori Marjandi Embong, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun yang tak layak lagi dilintasi karena semakin rusak parah belum juga diperbaiki.

“Lihat lah kondisi jalan itu sudah parah kali dan gak layak lagi dilintasi. Kalau malam, pengendara melintasinya harus hati-hati dan seperti meraba karena parahnya. Tak ada jalan pilihan,” ungkapnya.

Jika kondisi jalan yang semakin parah di sekitaran Nagori Marjandi Embong itu tak kunjung diperbaiki berpotensi memicu kendaraan khususnya truk bermuatan terbalik.

“Karena kondisinya semua sudah berlubang dan semakin dalam. Makanya, kalau truk bermuatan berat melintas pasti oleng dan kemudian terbalik. Jadi, kalau tak diperbaiki juga, semakin bahaya lah,” kata Edi.

Pantauan di lokasi, 1 unit truk Colt Diesel nomor polisi (nopol) AG 8565 bermuatan berat terlihat parkir pada sisi kanan jalan yang kondisinya semakin rusak parah nyaris terbalik.

Selain itu, karena nyaris terbalik, truk itu diganjal menggunakan bambu dan papan. Kemudian, hingga sekira jam 16.30 WIB, truk masih berada di lokasi.

Sementara, anggota DPRD Sumut, Ronny Reynaldo Situmorang saat diminta tanggapan melalui telepon seluler mengatakan, kondisi jalan itu sudah berulang kali menyampaikan saran kepada pihak terkait.

“Namun, saat ini, anggaran terbatas dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi buruk. Ditambah lagi karena Covid,-19, anggaran direfocusing,” jelas Ronny.

Menurutnya, mengenai peningkatan struktur Jalan Siantar-Raya yang menggunakan dana sebesar Rp 12 miliar hanya untuk 2 titik. “Satu titik di Simpang Raya Dasma dan yang dekat Simpang Sigodang saja,” jelasnya.

Menurut Ronny, untuk jalan di Marjandi Embong yang kondisinya rusak parah tidak masuk. “Hanya yang 2 titik itu saja sepanjang 2 Km dan 1,8 Km,” tandasnya. (Zai)

Tonton videonya :