Penjual Rujak Korban Penikaman Dimakamkan, Ini Harapan Pihak Keluarga

Proses pengebumian korban penikaman.

Siantar, Lintangnews.com | Puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) ikut mendampingi pengebumian Dedy Wahyono (33) warga Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Selatan korban penikaman oleh tetangganya Abdul Gofur (40) yang saat masih dalam pengejaran pihak Polres Siantar.

Sebelum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Pane Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, penjual rujak itu disholatkan di masjid dekat rumah almarhum, Kamis (15/11/2018).

Rahmad abang korban berharap agar pihak Kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.

“Jangan sampai masyarakat yang menemukan pelaku. Kita takutkan jika masyarakat yang menemukan akan terjadi seperti ini lagi,” paparnya.

Sementara Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PP Siantar Selatan, RM Perangin-angin di lokasi mengatakan hal senada dengan abang korban. “Kita juga akan bantu pihak Kepolisian menemukan pelaku,” ujarnya.

Pemberitaan sebelumnya, Henry salah seorang saksi mata di lokasi mengatakan, sebelum peristiwa itu Dedi hendak menjemput rekannya bernama Boru Nainggolan di Jalan Vihara, Kecamatan Siantar Selatan yang tak jauh dari kediaman Dedi serta berdekatan dengan rumah Abdul Gafur.

Saat melintasi di depan Abdul Gafur, keduanya pun saling bertatapan. Sejurus kemudian, Dedi mempertanyakan cara Abdul melihat dirinya.“Kok kau tengok-tengok aku?,” kata Dedi kepada Abdul Gafur ketika itu.

 

Istri almarhum ikut mendampingi pengebumian suaminya.

Namun, pertanyaan itu spontan dijawab Abdul. “Kenapa rupanya? Gak boleh rupanya kau ditengok?,” sahutnya kepada Dedi.

“Ribut lah orang itu, cakap-cakap kotor orang itu. Abdul langsung melemparkan piring ke arah Dedi,” terangnya.

Menurut Henri, saat keduanya sudah saling hadap-hadapan, dirinya masih berusaha melerai pertikaian kedua orang itu. “Sewaktu saya lerai itulah, Abdul masuk ke rumahnya,” ungkap Henry.

Sejurus kemudian, Abdul kembali keluar dari dalam rumahnya dan langsung menghujamkan pisau ke dada Dedi. “Tiba-tiba dia megang pisau, langsung ditikam,” beber Henry.

Seusai Abdul mencabut pisaunya, Dedi berlari sambil memegang dadanya ke rumah tetangganya bernama Suriadi. Sedangkan Abdul langsung melarikan diri.

Sementara itu, warga coba memberikan pertolongan kepada Dedi dengan membawanya ke rumah sakit.

Namun tiba di sana, pedagang rujak itu dinyatakan sudah meninggal dunia. (irfan)