Polemik Pembangunan Tugu Sangnaualuh, Ketua DPRD Siantar Diminta Tak ‘Cuci Tangan’

Ketua DPRD Marulitua Hutapea saat foto bersama dengan Wali Kota Hefriansyah dan keturunan Raja Sangnaualuh Damanik

Siantar, Lintangnews.com | Untuk pembangunan Tugu Sangnaualuh, Pemko Siantar anggarkan dana sebesar Rp 3 miliar. Sementara tahun 2019 dianggarkan Rp 10 miliar.

Hal ini disampaikan Wali Kota, Hefriansyah dalam sambutan saat pelaksanaan pembangunan Tugu Raja Siantar Sangnaualuh Damanik, di depan seluruh keturunan Raja Sangnaualuh Damanik, Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, Ketua DPRD Marulitua Hutapea dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sabtu (10/11/2018).

Hampir 2 minggu berselang, saat pembangunan sedang berjalan, ada kontra dari sekelompok masyarakat mengatas namakan Gabungan Masyarakat Islam Kota Siantar (Gamis) yang menyerukan penolakan pembangunan Tugu Sangnaualuh di Lapangan Adam Malik.
Gamis berpendapat, ada beberapa hal yang nantinya mengganggu kenyamanan apabila tugu tetap dibangun di Lapangan Adam Malik.

Salah seorang yang tergabung dalam Gamis, Efendi Siregar memaparkan, tugu itu rencananya dibangun menghadap ke arah Jalan Merdeka dan membelakangi Jalan MH Sitorus.

Menanggapi hal ini, saat Gamis melakukan audiensi dengan Ketua DPRD, Marulitua Hutapea, Rabu (21/11/2018), pria berkacamata itu malah mengeluarkan argumen yang mengejutkan.
Marulitua bersedia memfasilitasi pemindahan lokasi dan pemberhentian sementara pembangunan tugu tersebut.

Menanggapi hal ini, salah satu anggota DPRD Siantar yang minta namanya dirahasiakan menilai Marulitua seorang politisi yang tak konsisten.

“Saya nilai Ketua tak konsisten. Iya (Marulitua) kan datang saat pembangunan tugu Raja Sangnaualuh Damanik, malah disitu dia kasih kata sambutan dan merespon dengan baik,” ujarnya heran, Kamis (22/11/2018).

Ia menyayangkan sikap Marulitua yang terkesan ‘cuci tangan’ atas persoalan ini karena menyudutkan Pemko Siantar.

“Saya bukan membela Pemko Siantar. Jujur saja, anggaran yang ditampung sebesar Rp 13 miliar, pastinya lewat DPRD. Masa sih dia tak tau biaya dan letak pembangunannya. Yang benar saja. Jangan karena sesuatu jadi meminta itu diberhentikan, selama ini kemana,” sebut pria berkumis ini sembari tersenyum. (elisbet)