Polres Humbahas akan Kejar Pelaku Jaringan Narkotika Dikendalikan Napi Lapas Sibolga

Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi Kepala Rutan, Revanda Bangun DAN Kasat Narkoba, AKP Rissad Manalu usai memberikan keterangan pers.

Humbahas, Lintangnews.com | Satuan Reserse Narkoba Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) melakukan penangkapan terhadap Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Humbahas, Mikael Agustinus Marbun (52) warga Pahieme Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tengah).

Kapolres, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar mengaku, pihaknya akan mengejar pelaku sebenarnya dari jaringan narkotika jenis sabu-sabu itu bermarga Hutabarat yang merupakan napi Lapas Sibolga.

Menurut AKBP Ronny, jika tersangka Mikael sebagai penghubung ke Hutabarat, tujuannya agar pengiriman barang itu diantar ke Humbahas.

“Dari hasil penangkapan sebelumnya sebanyak 3 orang tersangka diamankan yakni, Mikael Marbun,  Gulman Simamora (52) dan Alexander Tanto Pakpahaan (37),” kata AKBP Ronny didampingi Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan), Revanda Bangun dan Kasat Narkoba, AKP Rissad Manalu, Selasa (18/5/2021) di Polres Humbahas.

Kapolres mengatakan, pengungkapan peredaran narkotika ini berawal dari informasi yang diterima petugasnya terkait pengiriman narkotika dari Sibolga ke Humbahas oleh tersangka Gulman dan Alexander.

Selanjutnya, Sat Narkoba melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua tersangka saat hendak mau menjual sabu di Dusun II Arbaan Desa Aek Godang, Kecamatan Onanganjang.

“Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti 1 bungkus plastik jenis sabu dengan berat 13 gram yang terbungkus dalam plastik warna biru dan selembar tisu warna putih,” papar AKBP Ronny.

Dikatakan, saat diinterogasi keduanya mengaku, sabu yang hendak dijual itu milik Mikael. Keduanya disuruh Mikael untuk mengantarkan sabu melalui sambungan telepon seluler.

Ditambahkan Kapolres, dari hasil pengembangan, Mikael mengaku transaksi narkotika sabu yang akan dijual ke Humbahas merupakan hasil dari komunikasinya ke marga Hutabarat. Selanjutnya Mikael menyuruh Gulman dan Alexander untuk mengantarkan sabu

Sementara itu, Revanda mengungkap, jaringan peredaran narkoba di Humbahas dikendalikan napi dari Lapas Sibolga. Hal itu disampaikan Revanda untuk meluruskan sekaitan WBP nya melakukan pengendalian narkotika dari dalam Rutan Humbahas.

“Tersangka Mikael merupakan pindahan dari Lapas Sibolga dengan kasus narkoba. Mikael dipindahkan dan 5 bulan di Rutan Humbahas, dengan hukuman 5 tahun penjara,” kata Revanda.

Disinggung pengungkapan yang dilakukan Sat Narkoba, apakah pihaknya tidak kecolongan. Revanda justru menampiknya. “Kita merasa kecolongan memang karena ada komunikasi hubungan. Dan ini akan kita tingkatkan kembali penjagaan di Rutan,” tegasnya.

Revanda mengatakan, sesuai dengan penangkapan ini pihaknya akan bekerjasama dengan Polres Humbahas untuk membersihkan narkoba di daerah itu, khususnya di wilayah Rutan Humbahas. (DS)