Polres Samosir Bantah Terima Upeti dari Judi Tembak Ikan

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono.

Samosir, Lintangnews.com | Polres Samosir mendalami pemilik mesin judi tembak ikan yang digerebek Bupati Vandiko Gultom bersama personil Kepolisian beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim, AKP Suhartono mengatakan, saat ini 4 unit barang bukti mesin judi tembak ikan telah mereka amankan di Mapolres Samosir.

Penggerebekan mesin judi tembak ikan di sekitaran perkantoran Bupati Samosir di Rianiate, Selasa (6/7/2021) lalu itu sontak menjadi viral.

Ini karena dilakukan langsung oleh Bupati didampingi Wakil Bupati, Martua Sitanggang itu dibanjiri pujian oleh masyarakat, baik langsung maupun lewat media sosial (medsos).

Tindakan terpuji Bupati itu juga mendapat apresiasi dari pihak Polres Samosir yang kini masih mendalami siapa pemilik mesin tembak judi ikan itu.

“Kita apresiasi pak Bupati yang sudah bekerja sama dengan Polri yang langsung terjun ke lapangan setelah mendengar informasi adanya judi tembak ikan di sekitaran perkantoran Pemkab Samosir,” ujar Kapolres, AKBP Josua Tampubolon melalui AKP Suhartono, Kamis (8/7/2021) di ruang kerjanya.

Dalam penggerebekan yang dihadiri Kabag Ops, Kompol Binsar Pakpahan itu juga melakukan pengecekan dan ternyata menemukan meja judi tembak ikan sedang tidak ada pemain, serta mesin dalam posisi mati.

“Mesin yang kita sita dalam kondisi mati, sementara pemain sama sekali tidak ada. Lalu pemilik warung kita amankan dan bawa ke Polres Samosir untuk dilakukan interogasi,” ujar AKP Suhartono.

Lanjutnya, mesin sudah sempat beroperasi beberapa hari dan barang-barang itu berasal dari seseorang bernama Koko dan kini masih melakukan penyelidikan terkait nama bersangkutan

Dalam pemberitaan sebelumnya menyebutkan pemilik mesin berinisial JS, AKPbSuhartono menyebut, hal itu masih dalam pengembangan apakah bersangkutan terlibat atau tidak.

Sebagai tindak lanjut dari aksi Bupati itu, AKP Suhartono menyampaikan, pihaknya akan tetap konsisten dalam hal memberantas segala bentuk kejahatan dan penyakit masyarakat (pekat) seperti perjudian.

Mesin judi tembak ikan yang diamankan di Polres Samosir.

“Segala perbuatan yang melawan hukum di wilayah hukum (wilkum) Polres Samosir akan kita lakukan tindakan, apalagi masalah judi yang tidak baik bagi masyarakat,” tegas AKP Suhartono.

Dia juga meminta kerja sama dari semua pihak untuk turut berpartisipasi dan melaporkannya apabila ditemukan hal serupa di wilkum Polres Samosir.

Menyikapi opini yang berkembang di tengah-tengah masyarakat atas maraknya perjudian di Samosir, AKP Suhartono menyampaikan, hal itu sama sekali tidak benar.

“Jika dikatakan marak perjudian di Samosir, maunya masyarakat memberikan informasi pada kita dan sama-sama melakukan tindakan,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan personil yang bertugas di lapangan, jika tidak pernah menerima laporan akan maraknya perjudian di Samosir. Sementara rumor terkait penerimaan upeti, AKP Suhartono membantahnya dengan tegas.

“Apabla ada opini seperti itu harus dengan fakta yang jelas, setau saya tidak ada istilah stabil yang diterima Polres Samosir,” pungkasnya.

Sebelumnya, usai mendapat aduan dari masyarakat dan rumor yang berkembang jika Bupati menerima setoran dari judi yang marak di Samosir, Vandiko Gultom bersama Wakil Bupati langsung menggerebek arena judi tembak ikan di beberapa lokasi.

“Saya sudah mendapat laporan dari masyarakat, bahkan cemooh karena dianggap menerima hasil dari mesin judi mesin tembak ikan. Sekali lagi saya tegaskan, tidak pernah menerima sepeser pun dari judi itu. Judi merusak mental masyarakat dan saya tidak akan tinggal diam untuk menghentikan perjudian, terlebih lagi dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan kantor Bupati,” tegasnya.

Vandiko juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Samosir yang menjadi pelaku atau pengelola judi tembak ikan itu.

Dari hasil interogasi Bupati di 4 lokasi, para pengelola mengaku, mesin judi tembak itu milik seorang berinisial JS, yang juga berdomisili di Pangururan. (Tua)