Polres Siantar Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Menjerat Anggota Dewan Ini

Investasi bodong (Ilustrasi)

Siantar, Lintangnews.com | Kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang menjerat oknum Anggota DPRD Kota Siantar inisial FS masih bergulir di Polres Siantar.

Kabar terbaru dari kasus itu, penyidik Satuan Reskrim Polres Siantar memanggil kembali para korban untuk dimintai keterangan lanjutan, Jumat (9/7/2021).

Martin Simanjuntak selaku kuasa hukum membenarkan beberapa kliennya hadir di Polres Siantar setelah dipanggil pihak Kepolisian.

“Pemeriksaan ini untuk kedua kali setelah pemeriksaan kemarin usai membuat laporan pengaduan,” ujarnya.

Martin menuturkan jika korban dugaan penipuan dan penggelapan berjumlah 7 orang. Di antara ketujuhnya, 2 pasangan suami istri (pasutri) turut menjadi korban.

“Dua pasutri membuat laporan satu-satu. Jadi untuk keseluruhan ada 5 laporan yang kita layangkan,” paparnya.

Martin menambahkan, ada pun identitas ketujuh korban adalah, Juniar, Diana dan Lerisma. Sementara pasutri yakni, Suandi dan Rugun, serta Leo dan Tienny.

Terpisah, Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto menyampaikan, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan,” paparnya.

Sementara itu Juniar Hutapea, salah satu korban meminta Kepolisian menuntaskan persoalan yang dialami mereka. Dia mengaku, pelaporan dilakukan setelah jalur kekeluargaan dan somasi tidak membuahkan hasil.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, modal diperlukan untuk membantu kelanjutan usaha. Bukan kita tidak menempuh jalur kekeluargaan tetapi buntu, makanya berharap Kepolisian memberikan titik terang dan menggelar perkara terhadap kasus itu,” ujar Juniar.

Dikonfirmasi sehari sebelumnya, FS masih enggan memberikan penjelasan. “Nanti saya jawab ya, sekarang no comment dulu,” ucapnya saat ditemui di halaman kantor DPRD Siantar. (Tim)