Rahmat Taekwondo Academy Gelar Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar

Sejumlah atlit taekwondo saat mengikuti latihan.

Siantar, Lintangnews com | Rahmat Taekwondo Academy (RTA) menggelar kejuaran taekwondo antar pelajar. Kejuaran ini akan berlangsung selama 3 hari di Aula Universitas HKBP Nommensen, Kota Siantar.

Kejuaran disebut bertujuan untuk membangkitkan olahraga dan memotivasi taekwondo di Siantar, khususnya pelajar untuk meningkatkan prestasi serta penjaringan untuk atlit.

Ketua Dojang RTA, Hendra Barus, kepada sejumlah wartawan, Senin (4/3/2019) mengatakan, event olahraga khususnya taekwondo di Siantar terakhir kali diadakan sekitar 10 tahun lalu. Demikian juga dengan event olahraga cabang bela diri lainnya.

“Sudah terlalu lama, dan kita lihat even olahraga yang lain pun mati suri, nggak sebanyak di Kota Medan. Mungkin alasannya karena kita nggak punya gedung olah raga, jadi budget (biaya) nya mahal,” ucapnya saat ditemui di Jalan Pantai Timur.

Dengan adanya kejuaran ini, sambungnya, RTA ingin menyampaikan pesan kepada Pemko Siantar terutama dinas terkait bahwa kegiatan olahraga di Siantar dapat dilaksanakan secara mandiri.

“Mau memberitahu Pemko Siantar, bahwa ternyata kita bisa mandiri dan mampu, sekaligus mengajak para pemerintah yang tidak lagi peduli olahraga, jadi bisa (peduli),” ditambahkan Fadly selaku Ketua Panitia.

Fadly menambahkan, Panita Kejuaran Taekwondo antar Pelajar ini mengundang peserta dari beberapa daerah seperti, Simalungun, Tebingtinggi dan Asahan.

Kejuaraan perdana yang diselenggarakan RTA menyajikan pertandingan antar pelatih yang berumur 35 tahun ke atas. Even ini dinamai  All Star. Fadly menuturkan, pertandingan antar pelatih ini terbilang berbeda, karena belum pernah diadakan di even lainnya.

“Pertandingan All Star maksudnya selain reuni (pelatih), anak-anak juga bisa tau bahwa pelatih mereka fair play bertanding,” jelasnya.

Dengan dukungan dan partisipasi dari lintas komunitas kreatif di Siantar, sambungnya didampingi sejumlah panitia, event bertagline ‘Olah Raga Olah Jiwa Olah Rasa’ ini sekaligus mengedukasi para peserta, dengan berbagai kreativitas dari penggiat komunitas di Siantar.

Fadli mengatakan, turnamen antar pelajar ini diselenggarakan tidak monoton seperti event olah raga bela diri umumnya. Berbagai penggiat komunitas turut berbagi ilmu dalam event ini.

“Kami mau buat turnamen yang tidak monoton seperti umumnya. Kita siapkan sarana untuk membaca, dan stand stand komunitas. Misalnya Komunitas Sungai Bah Bolon yang bisa mengedukasi para peserta soal lingkungan,” ucapnya.

Kejuaran resmi dibuka pada Jumat 8 Maret- 10 Maret 2019. Panitia hingga saat ini masih membuka pendaftaran bagi peserta tingkat pelajar SD, SMP dan SMA dari 4 wilayah dengan batas akhir Rabu 6 Maret 2019. (elisbet)