Ratusan Warga Binaan Lapas Kelas II A Pematangsiantar Ikut Pemuridan Dasar Kristen

Pdt Aruan didampingi Kalapas II A Pematangsiantar Porman Siregar memberikan kitab suci Alkitab kepada salah satu warga binaan. (elisbet/LN)

Simalungun, Lintangnews.com | Ratusan  Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Pematangsiantar mengikuti kegiatan pembukaan Pemuridan Dasar-Dasar Kristen, Senin (24/6/2019) kemarin.

Koordinator Pemuridan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB), Lilis Suryani Sinaga didampingi Gembala GKPB  Masa Depan Cerah (MDC) Siantar, Ruddin Aruan kepada wartawan menyampaikan berdasarkan Firman Tuhan dalam Matius 28:19 yang menyebutkan, ‘Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku perintahkan kepadamu dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman’.

“Dengan adanya visi gereja GKPB yakni menjangkau setiap orang dengan Injil, Memuridkan mereka sesuai dengan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus dan mengutus setiap anggota jemaat menjadi saksi di tengah dunia. Maka kita terpanggil untuk membimbing warga binaan Lapas Siantar melalui pemuridan,” terang Lilis.

Dijelaskannya, pemuridan ini akan dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan dan 12 materi pelajaran Dasar-Dasar Kekristenan.

Sambungnya, untuk proses belajar mengajar akan dimulai pada Kamis(27/6/2019). “Saya  mewakIli seluruh keluarga besar GKPB MDC mengucapkan banyak terimakasih kepada Kalapas dan seluruh jajarannya yang telah mengijinkan dan sangat mendukung pemuridan ini,” tutupnya.

Ditambahkan Ruddin, tujuan pemuridan ini yakni, untuk mendidik, membimbing warga binaan khusus nya yang beragama Kristen agar hidup sesuai dengan Firman Tuhan. “Sehingga ketika menjalani masa tahanan ataupun setelah bebas dari tahanan dapat hidup benar dan berfungsi menjadi berkat dimanapun berada,” tandasnya

Porman Siregar selaku Kalapas menyampaikan, bahwa kegiatan pembukaan pemuridan dasar kristen merupakan kegiatan positif. Sehingga warga binaan dapat merubah jati diri dari kebiasaan buruk menjadi lebih baik.

“Bersyukur lah bapak ibu dapat mengikuti kebaktian ini. Keluarga kita hanya menuntut saudara untuk merubah sikap dan mental. Kita harus dapat membawa perubahan bagi keluarga untuk yang lebih baik,” papar Porman Siregar.

Terkait hal tersebut, dia mengaku tetap komitmen untuk melakukan pemberantasan peredaran narkoba di Lapas.

“Saya tidak rela warga binaan menjadi korban, saya tidak memikirkan jabatan.  Saya siap untuk dicopot. Saya sudah intruksikan agar peredaran narkoba zero. Baik itu warga atau pegawai apabila di temukan akan di tindak dan di berikan sanksi,” sebut Porma.

Untuk itu, dirinya berharap agar warga binaan untuk menghormati para pelayan yang menyampaikan dasar iman kerohanian.

“Mari hormati pelayanan kebaktian di Lapas ini. Ikuti kegiatan pelayanan setiap hari Kamis dan Jumat hingga 3 bulan kedepan,” tandasnya. (Elisbet)