Rencana Pergantian Nama Kabupaten Tobasa Tuai Kritikan

Surat undangan membahas pergantian nama Kabupaten Tobasa.

Tobasa, Lintangnews.com | Pergantian nama Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menuai kritikan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Independen (Sejati) Tobasa, A Sirait, Minggu (13/1/2019).

Pasalnya, pembahasan pergantian nama daerah itu semakin gencar didengungkan Pemkab Tobasa dengan mengundang sejumlah elemen masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis (13/12/2018) di lantai IV kantor Bupati.

“Sebaiknya pergantian nama Kabupaten Tobasa ada baiknya ditunda. Sebaiknya Pemkab Tobasa memfokuskan kearah pembangunan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” saran Sirait.

Menurutnya, daripada memikirkan pergantian nama, yang menghabiskan dan menghamburkan anggaran, lebih baik diperuntukkan bagi pembangunan daerah itu agar rakyat dapat menikmatinya.

“Kita bukan tidak setuju dengan pergantian nama Kabupaten Tobasa. Tetapi daripada memikirkan sebuah nama, lebih baik memikirkan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan yang merata, sehingga wujud dari pembangunan dapat dinikmati demi kepentingan masyarakat Tobasa,” sebut Sirait.

Terpisah, salah seorang Pemerhati Masyarakat, Sogar Manurung mempertanyakan jika nama Kabupaten Tobasa diganti, berapa banyak dana yang akan digelontorkan hanya untuk itu (pergantian nama).

“Kemungkinan ratusan miliar akan digelontorkan, seperti pergantian stempel, kop surat, plang kantor instansi swasta dan pemerintahan dan lain sebagainya,” sebut Sogar.

Menurutnya, jika dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pembenahan daerah tujuan wisata, bisa dipastikan tingkat ekonomi masyarakat akan meningkat, serta PAD bertambah.

“Sebab nama bukan lah satu patokan maju tidaknya sebuah Kabupaten, tetapi pola pikir, pengetahuan, ahlak serta kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk membangun daerahnya yang dibutuhkan untuk menciptakan kemakmuran,” pungkas Sogar. (asri)