Resmikan Minimarket Koperasi Syariah, Ini Pesan Wali Kota Tebingtinggi

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan usai meresmikan Minimarket  212 Mart Koperasi Syariah Amanah Anugerah Mubarokah.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan membuka resmi Minimarket  212 Mart Koperasi Syariah Amanah Anugerah Mubarokah bertempat di Jalan Deblot Sundoro No 43, Senin (8/10/2018).

Hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Front Pembela Islam (FPI) dan Ketua Koperasi Amanah Anugerah Mubarokah Tebingtinggi beserta anggota.

Dalam sambutannya, Umar Zunaidi mengatakan, ini suatu barokah bagi Tebingtinggi, ada berkumpul orang membentuk Koperasi Syariah yang gunanya untuk kepentingan masyarakat.

Wali Kota menggambarkan, bahwa ekonomi Islam itu adalah ekonomi yang transparan, jujur, berkeadilan. Menurutnya, tidak ada ekonomi Islam yang  eksploitasiong de lom parlong  yaitu menghisap dari satu dengan yang lainnya.

Umar Zunaidi juga mengatakan, jumlah anggota yang 163 orang pemegang saham dari koperasi itu juga sifatnya untuk memenuhi kehidupan dari pada masyarakat terutama anggotanya.

“Kalaulah 163 orang itu berkembang nantinya menjadi seribu orang, maka tak usah lagi capek-capek cari pelanggan. Karena anggotanya saja pun jadi pelanggan sudah cukup maju, tapi kuncinya ada satu yaitu jujur dan transparan,” paparnya.

Dirinya juga berpesan agar usaha ini kedepan bisa dikembangkan lagi dengan usaha-usaha lain. Jangan selalu mengeluh dan menyatakan tidak kuat bersaing, serta kurang modal untuk bersaing dengan pengusaha-pengusaha yang lain.

Terakhir kepada para anggota Koperasi, Wali Kota berpesan jangan suka curiga kepada pengurus dan hilangkanlah perasaan-perasaan seperti itu.

“Percayalah kepada pengurus agar Minimarket  212 Mart ini bisa berjalan dan berkembang dengan sebaiknya,” ucap Wali Kota.

Peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota dan pengguntingan pita, serta pemberian paket sembako kepada 53 anak yatim dan 120 orang kaum dhuafa. (purba)