Rubuhnya Jalan Penghubung Asahan dan Simalungun Belum Diperbaiki

Kondisi badan jalan yang nyaris rubuh dan belum ada perbaikan hingga saat ini.

Asahan, Lintangnews.com | Jalan lintas provinsi penghubung antara Kabupaten Asahan dan Simalungun di Dusun Sembilan, Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, rubuh beberapa waktu lalu.

Diketahui lokasi yang ambruk pada bahu jalan lebih kurang lebar 3 meter dan panjang sekitar 50 meteran lebih itu sudah terjadi sekitar 1 bulan lalu. Kondisi ini membuat para pengendara harus ekstra hati-hati, dimana hampir memakan separuh badan jalan.

Warga sekitar, Rudi mengaku, sudah was-was, karena lokasi rubuhnya bahu jalan itu memiliki kedalaman hingga puluhan meter.

“Memang lokasi itu sering longsor. Kondisi itulah membuat kami was-was saat dibangun drainase sekitar 1 tahun yang lalu, namun tidak sampai ke bawah. Hanya beberapa meter dari permukaan tanah yang berada di bahu jalan,” paparnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, marga Manurung, jika mereka menyayangkan pembangunan jalan itu terkesan sia-sia. Pasalnya, kondisi jalan yang dibangun sudah rusak.

Kendaraan yang melintasi jalan rubuh harus ekstra hati-hati.

“Seharusnya perhatikan medan jalan saat akan membangun, sehingga jalan tidak rubuh. Karena tidak ada drainase, tapi jalan dibangun, sementara lokasinya rawan longsor,” papar Manurung.

Warga juga meminta agar kerusakan jalan itu segera diperbaiki. Pasalnya mengingat musim penghujan seperti saat ini, jalan tersebut dapat terputus, sehingga menghambat masyarakat yang setiap harinya melintas.

Kepala Desa (Kades) Huta Padang, Sahala Sitorus mengaku, pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya pembangunan itu, termasuk kontraktor atau rekanan yang mengerjakannya.

“Tidak ada pemberitahuan pembangunan jalan pada saat itu. Memang itu jalan provinsi, namun disayangkan pembangunannya seperti tidak ada perencanaan. Buktinya, belum sampai setahun jalan sudah rubuh dan daerah itu rawan longsor,” tukas Sahala. (handoko)