Rumah Guru dan 2 Gereja Dibobol Maling di Kecamatan Raya

Gereja GKPS Raya Humala di Kecamatan Raya yang dibobol maling.

Simalungun, Lintangnews.com | Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun saat ini dianggap daerah rawan kemalingan.

“Pasalnya pekan (seminggu) lalu, selama 3 hari berturut-turut terjadi aksi pembobolan,” kata salah seorang warga, Jer Purba, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya, 2 Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) dan 1 unit rumah milik warga Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Raya, SS boru Purba dibobol kawanan maling.

“Pemilik rumah yang dibobol itu seorang guru di Raya. Kalau kedua gereja GKPS itu letaknya di Raya Humala dan Gunung Huluan. Pertama yang dibobol, kedua gereja pada Jumat (15/1/2021) dan Sabtu (16/1/2021). Sementara rumah guru itu dibobol pada Minggu (17/1/2021),” papar Jer.

Informasi diperoleh, akibat kejadian itu, inventaris dari GKPS Gunung Huluan dan Raya Humala hilang. “Yang hilang, peralatan musik seperti sound sama loudspeaker merupakan inventaris gereja. Ada bekas congkelan di pintu gedung kedua gereha itu. Informasinya, beraksi pada pagi dini hari,” ujar Jer.

Pintu gereja yang dicongkel pelaku.

Sedangkan rumah milik SS boru Purba ditemukan ceceran darah dan bekas congkelan pada pintu. “Kalau barang yang hilang, kurang tau. Tetapi ada ceceran darah di lantai dan celengan dibongkar,” ucap Jer.

Diketahui rumah korban dibobol saat kondisi kosong. Sebab, saat itu korban bersama keluarganya pergi ke Kabupaten Batubara, Minggu (17/1/2021) karena lolos ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kemudian sampai di rumah sekira pukul 20.30 WIB, keluarga korban melihat bagian pintu ada bekas congkelan.

Selain itu, bulan Desember 2020 lalu, tanaman jahe milik salah seorang warga Kecamatan Raya, inisial HS diketahui hilang dan telah dilapor ke Polsek Raya. Menurut Jer, saat itu 2 orang perempuan sempat diamankan.

Jer berharap, pihak Kepolisian setempat dalam mengusut tuntas aksi pencurian yang terjadi di Kecamatan Raya, karena sudah meresahkan masyarakat setempat. (Red)