‘Rumah Kedua’ Wartawan Dibakar OTK di Silou Kahean dan Berkaitan dengan Pemberitaan

R Purba dan istri di lokasi gubuk miliknya yang dibakar OTK.

Simalungun, Lintangnews.com | Niat R Purba untuk membesuk keluarga yang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Medistra Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (21/11/2019) harus ditunda.

Pasalnya, gubuk yang dijadikan sebagai ‘rumah kedua’ oleh pria berprofesi wartawan yang tinggal di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun itu dibakar Orang Tidak Dikenal (OTK). Diperkirakan pembakaran itu terjadi pada Rabu (20/11/2019) malam.

“Seperti biasanya sekira pukul 08.00 WIB saya bersama istri memiliki rutinitas memberi makan ternak di perladangan yang jaraknya tidak jauh dari perkampungan kami. Alangkah kagetnya saya mendengar kabar dari pekerja tetangga ladang kami yang juga masih keponakan, jika gubuk kami yang berukuran 5 x 5 meter terbakar,” sebut Purba, Kamis (21/11/2019).

Sebelumnya Purba tidak percaya informasi itu, sebelum melihatnya langsung. Ternyata benar, sesampainya di perladangan, Purba melihat gubuk miliknya sudah rata dengan tanah bersama perabotan di dalamnya.

Bahkan ayam yang di kurung dalam gubuk ikut terbakar. Termasuk tanaman pepaya California di sekitar gubuk pun ikut terbakar.

“Melihat kejadian itu, istri saya sempat shock dan histeris. Sambil menenangkan istri, saya langsung menelepon Kapolsek Silou Kahean untuk memberitahukan kejadian itu,” paparnya.

Kurang lebih 15 menit, Kapolsek Silou Kahean, AKP MS Hutagaol bersama anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Usai dilakukan olah TKP, Kapolsek beserta Kanit Reskrim, Ipda BL Tobing menganjurkan Purba membuat laporan polisi.

Dalam pemeriksaan atau pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Bripka HP Sinaga mempertanyakan pada korban apakah sebelumnya ada berselisih paham dengan seseorang. Purba pun menjawab tidak ada

Ketika pertanyaan terakhir, Purba sempat bertanya kembali kepada penyidik apakah kejadian ini ada kaitannya dengan pemberitaan yang ditulis di media. Penyidik pun mencantumkan keterangan itu di BAP.

Kondisi gubuk yang ludes terbakar.

“Ada beberapa tulisan saya tentang dana desa dan CSR di Kecamatan Silou Kahean sudah tayang di media online. Satu kasus lagi dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum saya tulis,” sebut Purba.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak pada Selasa (19/11/2019) yang diduga dilakukan oknum guru PAUD itu belum diberitakannya, karena pertimbangan kekeluargaan dan kakek korban adalah mitranya di media.

“Kakek korban pada hari yang sama bersama saya melaporkan kejadian itu ke Polsek Silou Kahean. Pihak Polsek menganjurkan melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun. Namun atas pertimbangan kekeluargaan dan keinginan dari suami terduga pelaku kekerasan, kasus iu tidak jadi dilaporkan,” tukas Purba.

Atas kejadian yang dialaminya, Purba bermohon kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa dalang atau pembakaran itu.

“Saya juga tegaskan, jika pembakaran ini ada kaitannya dengan profesi dan pemberitaan yang sedang saya buat. Saya ingatkan, saya tidak pernah akan mundur selangkah pun,” tandasnya.

Kasus pembakaran itu saat ini sudah ditangani Polsek Silou Kahean. Kapolsek, AKP MS Hutagaol dan Kanit Reskrim, Ipda BL Tobing berjanji akan mengusut kasus itu. (Rp)