Satu Orang Karyawan PT RSI Meninggal Dunia Positif Covid-19

Proses pemakaman karyawan PT RSI yang diketahui positif Covid-19

Toba, Lintangnews.com | Satu orang karyawan PT Regal Spring Indonesia (RSI) Mulyono (48) meninggal dunia dan dikebumikan sesuai prosedur Covid-19 di Pemakaman Umum Muslim Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Kamis (17/6/2021) kemarin.

Mulyono merupakan salah satu dari 3 orang karyawan PT RSI yang sebelumnya adalah PT Aqua Farm Nusantara berlokasi di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, terkonfirmasi positif Covid-19 sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Penanganan Covid-19 Parapat.

Almarhum terinfeksi sesuai jenis sampel Naso Oro Faring merupakan jenis pemeriksaan Covid-19 Real Time RT PCR positif Sars Covid.

Mulyono sempat diisolasi dan dirawat di RS Penanganan Covid-19 Parapat sejak tanggal 9 Juni 2021 lalu. Kemudian dirawat lagi di salah satu RS di Medan hingga akhirnya menghembuskan nafasnya, Rabu (16/6/2021).

Sementara itu, putri almarhum inisial S (22) masih dirawat di RS Penanganan Covid-19 Parapat.

Pihak Kelurahan setempat pun langsung melakukan penyemprotan disinfektan bersama tim dari Puskesmas Parapat di rumah almarhum yang juga membuka usaha warung Bakso di Jalan Merdeka Pangasean, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Boloo, Kamis (17/6/2021).

Informasi yang dihimpun, Shakeeb WNA dari India karyawan PT RSI dan Agus Priyanto (56) masih dalam perawatan medis. Shakeeb dikabarkan masih menjalani perawatan intensif di salah satu RS di Medan. Informasi lainnya menyebutkan Shakeeb dirawat di RS Siloam, namun ada juga yang mengatakan dirawat di RS lain.

Saat informasi ini dikonfirmasi kepada Kasan Mulyono sebagai Humas PT RSI terkesan.

Sementara itu, M Sinaga (56) warga Ajibata yang mengetahui kejadian itu berharap kepada Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Toba supaya melakukan rapid tes antigen secara menyeluruh.

“Pasalnya ini menjadi momok baru,ditambah lagi karyawan WNA India itu sering juga melakukan rapat dengan para stafnya. Lalu para stafnya bersosialisasi ke karyawan lainnya di lapangan,” ucapnya, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaraan Covid-19 di perusahaan Kerambah Jaring Apung (KJA) itu. (Frengki)