Suara Fraksi PDI-P ‘Pecah’ dalam Pengajuan Hak Angket, Ini Ultimatum Himapsi Siantar

Ketua DPC Himapsi Siantar, Jonli Simarmata.

Siantar, Lintangnews.com | Rapat Paripurna DPRD Kota Siantar tentang penyampaian penjelasan usulan Hak Angket DPRD terhadap Wali Kota, Hefriansyah telah dilaksanakan pada Rabu (22/1/2020) kemarin.

Dan sesuai jadwal, rapat paripurna akan dilanjutkan pada tanggal 27 Januari mendatang tentang penyampaian pandangan fraksi-fraksi.

Dengan dimulainya rapat paripurna pembahasan tentang hak angket ini, lembaga DPRD Siantar menuai apresiasi dari Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Eiantar.

Pujian itu disampaikan Ketua DPC Himapsi Siantar, Jonli Simarmata saat diwawancarai wartawan, Kamis (23/1/2020).

“Kami mengapresiasi sikap ke 24 Anggota Dewan yang telah membubuhkan tanda tangan tentang pengusulan hak angket itu. Langkah awal sudah dimulai, minggu depan sesuai jadwal, Panitia Khusus (Pansus) Angket akan terpilih,” ujarnya.

Ia berharap, ke 24 anggota dewan yang tergabung di dalam sejumlah fraksi dapat konsisten terhadap komitmen penggunaan hak angket ini.

Terkait poin yang menjadi dasar legislatif mengusulkan hak angket, Jonli menyatakan, Himapsi telah berkirim surat ke DPRD Siantar yang memaparkan sejumlah poin penting pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Wali Kota.

“Meskipun sebelumnya lembaga dewan pernah gagal mengeksekusi keputusan panitia angket pada tahun 2018 lalu, kami tetap optimis dan percaya kepada anggota dewan saat ini. Semoga para wakil rakyat di Siantar berhasil menyuarakan keluhan batin kami yang telah diinjak-injak Hefriansyah,” ujar Jonli.

Sementara, terkait adanya beda pendapat di internal Fraksi PDI-Perjuangan, Jonli menyampaikan kritik atas hal itu.

Menurutnya, menjadi pertanyaan besar ketika 4 orang anggota dewan dari Fraksi PDI-Perjuangan membubuhkan tanda tangan, sementara 4 orang lainnya tidak bersedia menandatangani.

“Sepertinya PDI-Perjuangan ingin bermain-main dalam angket ini. PDI-Perjuangan itu partai besar. Mereka itu biasanya satu komando dalam hal menentukan kebijakan starategis. Dengan terpecah, tentu menjadi pertanyaan, ada kepentingan apa mereka di angket ini?,” tanyanya.

Ia mengultimatum, Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Siantar, Timbul Lingga agar komitmen dalam hal ini.

“Jikalau nanti terbukti PDI-Perjuangan Siantar bermain-main, kami juga punya sikap. Bisa jadi mereka semua kami laporkan ke DPP PDI-Perjuangan. Kami akan terus mengawal kasus angket ini,” tutup pria alumni Fakultas Teknik Universitas Simalungun (USI) ini. (Elisbet)