Tahun Depan, 5 Hektar Lahan Petani di Tigaras Ditanami Macademia

Robert Tua Siregar selaku Ketua Forum DAS Asahan Toba dan Sekretaris Mustafa Ginting bersama peserta persentasi saat foto bersama.

Siantar, Lintangnews.com | Pencanangan penanaman macadamia di kawasan Danau Toba direncanakan di Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun pada bulan bulan Januari 2019.

Penanaman dilakukan di lahan petani bernama Djasiun Sitio seluas kurang lebih 5 hektar. Pada acara pencanangan penanaman macadamia itu dihadiri petani atau masyarakat, DPRD dan Kepala Daerah 7 Kabupaten Kawasan Danau Toba (Kabupaten Simalungun, Karo, Dairi, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasudutan).

Penyerahan bibit kepada para petani direncanakan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Hal ini ditetapkan dan merupakan keputusan pada Rapat Kerja Penyusunan Program Forum DAS Asahan Toba Tahun 2019-2022 di Ruang Rapat BPDASHL Asahan-Barumun Jalan Viyata Yuda No 108 Kota Siantar, Selasa (18/12/2018).

Acara rapat diawali kata sambutan dari Komaruddin selaku Kepala Seksi program BPDASHL Asahan-Barumun yang mewakili Kepala BPDASHL Asahan-Barumun, mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya program-program dari Forum DAS Asahan Toba.

“Karena pada hakekatnya forum ini merupakan mitra kami dalam pengelolaan dan pelestarian hutan di kawasan DAS Asahan Toba,” sebutnya.

Selesai acara pembukaan dilanjutkan presentasi dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan Jones Purba dengan memaparkan program tahun 2019.

Puncak acara kegiatan presentasi program Form DAS Asahahan Toba tahun 2019-2022 yang disampaikan oleh Robert Tua Siregar selaku Ketua Forum DAS Asahan Toba.

Ia memaparkan, selama kepengurusannya 2018-2022 ada 6 poin program Forum DAS Asahan Toba, yakni 1. Agroforestry Berbasiskan Macadamia yang berlokasi di Kawasan Danau Toba dilaksanakan pada tahun 2019. 2. Hutan Serbaguna Kota yang berlokasi di USI dieksekusi pada tahun 2019.

3. Penguatan Kelembagaan Masyarakat yang berlokasi di Kawasan DAS Asahan Toba dieksekusi pada tahun 2020. 4. Sosialisasi pemanfaatan lahan DAS yang berlokasi di kawasan DAS Asahan Toba dieksekusi pada tahun 2019.

5. Sosialisasi wilayah rawan banjir/longsor/kebakaran hutan yang berlokasi di kawasan DAS Asahan Toba dieksekusi pada tahun 2019. 6. Koordinasi dengan stake holder yang berlokasi di Kantor BPDASHL dan USI dilaksanakan pada tahun 2019.

Sementara Mustafa Ginting selaku Sekretaris Forum DAS Asahan Toba menambahkan, program agroforestry berbasiskan macadamia bertujan untuk mengurangi laju aliran permukaan, pencucian zat hara tanah dan erosi.

Selanjutnya, perbaikan kondisi iklim makro, misalnya penurunan suhu permukaan tanah dan laju evaporasi melalui penutupan oleh tajuk pohon, perbaikan sikap masyarakat dalam bertani dengan tidak merusak hutan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Sambungnya, Hutan Serbaguna Kota yang berlokasi di USI bertujuan sebagai areal koleksi keanekaragaman hayati, sumber genetik keanekaragaman hayati, sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan ekowisata.

“USI telah menyetujui program ini dengan menyediakan lahan seluas 2 hektar dan komoditi tanaman yang diusahakan berupa pohon buah-buahan unggul seperti mangga, jambu air, termasuk macadamia dan sebagainya. Semua program, anggaran pelaksanaannya berasal dari BPDASHL Asahan-Barumun dan didukung oleh instansi terkait dan perusahaan di sekitar Danau Toba,” ujar Dosen USI itu.

Taufiq Siregar selaku Kepala Seksi Evaluasi DAS dan HL BPDASHL Asahan l-Barumun yang juga Wakil Sekretaris Forum DAS Asahan Toba mengatakan, belum pernah seramai ini yang datang setiap acara rapat dan pertemuan Forum DAS Asahan Toba.

“Ini merupakan awal baik kepengurusan baru di bawah komando pak Robert Tua Siregar dan Mustafa Ginting,” ungkapnya.

Turut hadir pada acara itubdari perusahaan PT Inalum, PT Sipef, PT Allegrindo Nusantara, PT Aquafarm Nusantara. Sementara dari Perguruan Tinggi hadir perwakilan dari USI dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (Unita).

Sementara dari birokrasi hadir Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, KPH Wilayah III Kisaran, KPH Wilayah IV Balige dan KPH Wilayah XII Tarutung.

Semua peserta yang hadir mengapresiasi, menyetujui dan mendukung Program Forum DAS Asahan Toba khsusnya dari perusahaan yang beroperasi di kawasan Danau Toba. (elisbet)