UKW Tolak Ukur Gambaran Wartawan Kedepan di Era Digitalisasi

Ketua PWI Pusat melalui Ketua Bidang Organisasi, Firdaus saat memberikan kata sambutan pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan.

Simalungun, Lintangnews.com | Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan salah satu tolak ukur bagi wartawan bagaimana gambaran kedepannya dalam menghadapi era digitalisasi

“UKW itu merupakan suatu keharusan bagi wartawan. Kemuliaan wartawan harus dijaga dan salah satu tolak ukurnya adalah UKW,” sebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melalui Ketua Bidang Organisasi, Firdaus, Rabu (21/11/2018).

Penekanan ini disampaikan Firdaus saat membuka kegiatan UKW angkatan XX yang dilaksanakan PWI Kabupaten Simalungun bekerjasama dengan PT Japfa Comfeed Indonesia TBk.

Kegiatan UKW yang berlangsung di Hotel Atsari Parapat itu diikuti 35 orang wartawan media cetak dan online dari Kota Siantar, Kabupaten Simalungun dan Samosir. Kegiatan dimaksud berlangsung mulai tanggal 21-22 November 2018.

Firdaus menuturkan, dengan mengikuti UKW itu, maka wartawan yang kompeten harus mampu menempatkan posisi wartawan itu kedepannya seperti apa dengan maraknya perkembangan era digitalisasi. Lanjutnya, wartawan harus mampu menempatkan dirinya sebagai pemberi informasi yang akurat.

Dalam kegiatan itu hadir juga Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, mewakili PT Japfa, Fitri Nursanti, Ketua PWI Sumut, Hermansjah, Ketua PWI Simalungun, Efendi Damanik dan sejumlah penguji UKW.

Sementara itu, Hermansjah mengapreasiasi pihak PT Japfa yang memfasilitasi pelaksanaan UKW itu. Menurutnya, wartawan harus berkompeten dengan dilaksanakannya UKW dan berharap para peserta lulus 100 persen.

“Melalui UKW, para wartawan semakin profesional, memiliki kecerdasan ilmu pengetahuan dan intelektual. Wartawan harus paham 11 pasal kode etik jurnalistik,” tukasnya.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan juga mengapresiasi pelaksanaan UKW terhadap wartawan yang bertujuan meningkatkan mutu jurnalistik. Hanya saja dirinya juga memberikan kritikan atas judul pemberitaan yang terkesan memvonis dan tendensius.

“Wartawan adalah pekerja seni dan sebuah profesi dalam memberikan informasi yang akurat pada masyarakat,” papar Marudut.

Dirinya juga berharap, agar wartawan tidak membuat pemberitaan hoax, menjaga netralitas dan menciptakan kondusifitas, dengan tidak menyebarkan berita bohong khususnya menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang. (jansen)