Viral di Medsos Aksi Tunjukan Sajam, 7 Remaja Diamankan Polres Asahan   

Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj didampingi Ps Kasat Reskrim Iptu Erwin Syahria (kiri), Kasi Humas, Ipda Boris Pardosi dan Kasi Propam, AKP ER Ginting menunjukkan senjata tajam yang viral di medsos.

sahan, Lintangnews.com | Sejumlah remaja mempertontonkan dirinya dengan memegang senjata tajam (sajam) dengan tujuan menantang lawannya melalui media sosial (medsos) hingga viral, akhirnya harus berurusan dengan pihak Polres Asahan.

“Ternyata ketujuh remaja itu masih di bawah umur,” kata Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj didampingi Pjs Kasat Reskrim, Iptu Erwin Syahrial, Kasi Humas, Ipda Boris Pardosi dan Kasi Propam, AKP ER Ginting, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Asahan, Jumat (23/9/2022).

Viralnya video untuk menantang salah satu kelompok atau geng motor dengan menunjukkan sajam seperti pisau dan golok. “Mana kau Gladiator biar kutikam kau. Kami Radiator tidak takut,” ucap mereka dalam video.

Dengan beredarnya video itu, Kapolres langsung memerintah Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Asahan untuk menyelidiki lokasi keberadaan remaja kelompok Radiator yang hendak mau tawuran dengan Gladiator.

“Ketujuh remaja beserta barang buktinya seperti sajam dan handphone (HP) yang digunakan untuk merekam video itu sudah kita diamankan dari rumah masing-masing di Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Saat ini sudah di Mapolres Asahan untuk dimintai keterangan,” ungkap Roman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Asahan, ternyata video itu dibuat untuk mengeprank lawannya dalam hal ini kelompok Gladiator agar ketakutan.

“Saat ini ketujuh remaja itu dikenakan pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE, karena telah mengajak untuk membuat kegaduhan atau sara lewat medsos, dengan ancaman pidana minimal 6 tahun dan paling lama 10 tahun,” kata mantan Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) ini.

Adapun ketujuh remaja yang diamankan yakni berinisial DP, MH, MF, AW, AP, DP dan RS masing-masing masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Ketujuh remaja itu telah membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut, diberikan bimbingan dan arahan atau konseling.

“Kita memanggil orang tua masing-masing untuk klarifikasi dan selanjutnya di restorastiv justice,” ujar Kapolres.

Roman juga menghimbau kepada para orang tua agar selalu memperhatikan sikap dan tingkah laku anaknya, baik itu di rumah maupun di luar rumah. Termasuk memberikan waktu luang kepada anak untuk bercerita.

“Mungkin dengan selalu diperhatikan orang tua, maka perbuatan anak yang dapat mencurigakan bisa diketahui,” paparnya.

Pihak juga sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi adanya keributan atau tawuran antar remaja maupun pemuda, seperti melakukan patroli terbuka dan tertutup dengan melibatkan semua pihak.

“Patroli terbuka, personil memakai seragam dan kendaraan dinas. Sedangkan patroli tertutup personil makai baju biasa untuk melakukan patroli untuk berkeliling di jam tertentu dan tempat-temapt rawan. Sistem ini kita lakukan sebagai antisipasi untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtimas) di wilayah hukum (wilkum) Polres Asahan. Saya juga berharap kepada awak media juga membantu memberi informasi pada kita,” ujar Roman mengakhiri. (Heru)