Virus Varian Baru Diketahui sudah Masuk ke Toba

Bupati Toba, Poltak Sitorus.

Toba, Lintangnews.com | Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Toba akhir-akhir ini dipicu adanya kegiatan acara adat meninggal dunia, pesta pernikahan dan sosial masyarakat yang mengundang kerumunan, sehingga dikhawatirkan penyebab klaster penyebaran Virus Corona.

Dalam mengantisipasi itu, Pemkab Toba mengeluarkan surat edaran Bupati Nomor : 440/3174/Satgas/Covid-19/2021 tentang perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalakan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Toba.

Bupati, Poltak Sitorus mengatakan, surat edaran itu berlaku mulai dari kemarin, karena ada kemungkinan masuknya varian baru. “Kita belum tau pasti, sebenarnya varian-varian baru di Jakarta kemungkinan sudah sampai ke Toba,” sebutnya, Rabu (14/7/2021).

Menurutnya, ini perlu diantisipasi supaya jangan terjadi penyebaran yang tidak bisa dikontrol. Selain itu, telah pelajari analisa bersama-sama , jika kebanyakan timbulnya cluster-cluster baru ini karena adanya pesta.

“Untuk sementara ini kita larang pesta, khususnya pernikahan bisa ditunda. Tetapi yang sudah terjadwal setelah surat edaran ini keluar 14 hari kedepan, masih kita izinkan. Namun hanya pemberkatan saja, tidak ada pesta pernikahan,” papar Bupati.

Peta peryebaran Covid-19 di Kabupaten Toba.

Sementara yang meninggal dunia, apalagi khususnya dari luar daerah langsung dikebumikan. Poltak menegaskan, jangan lagi ada pesta di Toba dan langsung dikebumikan saja.

“Bagi yang meninggal dunia di Toba masih bisa kita berikan waktu 2 x 24 jam untuk persiapan pengebumian. Jika pun ada acara-acara, kami meminta supaya dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas ruang yang boleh dipakai,” paparnya.

Poltak juga menyatakan, kiranya semua masyarakat mematuhi surat edaran dimaksud dan ini bukan mempersulit, tetapi untuk keselamatan bersama. Selain itu, akan ada juga razia-razia yang tidak memakai masker, termasuk hukum sosial maupun denda nantinya.

“Saat ini sudah 261 orang masyarakat Toba positif Covid-19. Jadi pemerintah bukan mempersulit, tetapi ingin kita sehat besama,” pungkas Poltak. (Frengki)