Wali Kota Diminta Pecat 3 Direktur PDPHJ, Ini Alasannya

Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Sihite, Direksi PDPHJ, Imran Simanjuntak dan Toga Sihite.

Siantar, Lintangnews.com | Keluarnya surat Direksi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Siantar terkait pemberhentian Mindo Nainggolan sebagai Kepala Pasar (Kapas) Dwikora Kecamatan Siantar Utara mendapatkan respon dari Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Sihite.

“ILAJ menduga pemecatan ini dilakukan dikarenakan sudah mencuatnya isu pungutan liar (pungli) pembangunan Balairung Rajawali Pasar dwikora, yang diduga melibatkan jajaran Direksi PDPHJ yakni, Imran Simanjuntak, Amry Azhari dan Toga Sihite sesuai rekaman yang beredar,” kata Fawer Full, Sabtu (2/3/2019).

Menurutnya, penegak hukum sudah bisa memanggil Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Imran Simanjuntak, Direktur Keuangan, Toga Sihite dan Direktur Operasional, Amry Azhari dikarenakan rekaman tersebut sudah menjadi komsumsi publik bagi masyarakat Siantar.

“Kami berharap Wali Kota, Hefriansyah tinjau Surat Keputusan (SK) pengangkatan Imran Simanjuntak, Amry Azhari dan Toga Sihite dikarenakan sudah melakukan penyalahgunaan jabatan selaku Direksi PDPHJ,” sebut Fawer Full.

Dikatakan, ini dikarenakan sampai dengan saat ini belum terbentuknya susunan Badan Pengawas PDPHJ yang defenitif, sehingga berharap Wali Kota sebagai pemilik perusahaan harus segera mengambil tindakan tegas.

“ILAJ telah mendengar dan memiliki rekaman tersebut. Di dalam rekaman itu jelas diduga Imran Simanjuntak, Amry dan Toga Sihite menerima uang dari Mindo Nainggolan yang diduga hasil pungli,” tegasnya.

Fawer Full menuturkan, supaya kondisi ini berkeadilan, pihaknya meminta Wali Kota harus segera memecat ketiga Direktur itu dari jabatannya. (rel)