Warga Bandar Tinggi Tewas Diduga Ditabrak Kereta Api, Cek TKP nya

Jenazah korban yang tewas diduga dtabrak kereta api.

Simalungun, Lintangnews.com | Diduga terjadi peristiwa kecelakaan antara kereta api dengan seorang pejalan kaki hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi di perlintasan rel kereta api di Huta II Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Senin (24/9/2018) sekira pukul 23.00 WIB.

Data dihimpun dari Polsek Perdagangan, Selasa (25/9/2018), identitas korban adalah Yuda Pranata (16) warga Huta VII Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam.

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Senin (24/9/2018) sekira pukul17.00 Wib, korban permisi pada ibu nya untuk mengarit rumput makanan ternak kambing. Namun sampai pukul 22.00 WIB, korban belum pulang ke rumahnya, sehingga pihak keluarga mencari keberadaannya.

Sekira pukul 22.30 WIB, saksi Palbunadi Batubara, petugas security kereta api mendapat informasi via telepon dari Ooperator PT KAI Medan, jika di sekitar rel kereta api setelah pos PT KAI Bandar Tinggi menuju arah Kisaran ada terlihat diduga mayat seorang laki-laki oleh salah satu masinis Kereta Api jurusan Medan-Kisaran saat melintas.

Selanjutnya Palbunadi Batubara menemui Gamot Huta II Nagori Bandar Tinggi, Muhammad Ali Saty dan memberitahukan adanya penemuan mayat berada tepat di tengah rel kereta api.

Kedua saksi bersama masyarakat dan keluarga korban mengecek kebenarannya. Akhirnya ditemukan mayat seorang laki-laki dgn berpakaian kaos oblong warna merah dan celana panjang warna hitam dengan kondisi kepala pecah, pergelangan tangan sebelah kanan putus, patah tulang pada tangan sebelah kiri, patah tulang pada bagian paha dan pergelangan kedua kaki, luka robek pada sekujur tubuh.

Kemudian pihak keluarga membenarkan jika mayat laki-laki itu sesuai dengan ciri-cirinya diketahui bernama Yuda Pranata. Jasad korban pun langsung dibawa ke rumah duka di Huta VII Nagori Bandar Tinggi.

Pihak keluarga korban menerima kejadian itu dan bersedia membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi dan tak keberatan atas peristiwa itu. (zai)