Warga Binaan Ditangkap, Lapas Siantar Diduga ‘Pelihara’ Bandar Sabu

Lapas Siantar di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar.

Simalungun, Lintangnews.com | Narkotika jenis sabu ditemukan dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pematangsiantar terletak di Jalan Asahan Km 7, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, telah terjadi berulang kali.

Terakhir, Victor Silaban (22) yang menghuni kamar kamar Blok Ambarita V telah diamankan.

Warga binaan lainnya juga diboyong ke Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, setelah ditangkap sipir Lapas Siantar karena memiliki sabu.

Baca : Terungkap Diduga ada Pemasok dan Bandar Sabu di Lapas Siantar

Di antaranya, Naldo Sinaga (28), warga Simarimbun Dolok, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar, Rudi Syahputra (28), warga Huta Perlanaan, Nagori Titi Gantung, Simalungun dan Rahmad Efendi (21) warga Desa Gedangan, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan.

Ketiga warga binaan itu menghuni kamar II, Blok Enggang. Selain itu, Novel Lury Gultom (36), Roy Karso Hutabarat alias Ucok (22), Juanda Asdi (30) dan Etri Anas Nasution (20) menghuni kamar IV Blok Beringin dan ditemukan 10 paket narkotika jenis sabu.

Ironisnya, berulang kali menangkap warga binaan karena memiliki sabu, pihak Lapas Siantar terkesan tidak melakukan pengembangan untuk mengungkap asal usul, sekaligus mengungkap jaringan pemasok sabu ke dalam Lapas.

“Kalau warga binaan yang ditangkap berulang kali dan diserahkan ke polisi. Ditumbalkannya itu. Kalau pihak Lapas fair, maka dikembangkan asal-usul sabu itu. Kenapa bisa masuk ke dalam Lapas yang penjagaannya super ketat,” ungkap seorang mantan warga binaan, Senin (17/9/2018).

Diduga pihak Lapas ‘memelihara’ bandar sabu, sehingga enggan melakukan pengembangan yang bertujuan mengungkap asal-usul sekaligus jaringan pemasok sabu ke Lapas.

“Pasti segan melakukan pengembangan. Walaupun sudah berulang kali warga binaan ditangkap karena kasus sabu. Karena ada bandar sabu di dalam dan dipelihara,” duganya.

KPLP Lapas Siantar, Tahan Bangun, ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selular, Selasa (18/9/2018) justru mengaku heran adanya sabu dari warga binaan yang ditangkap. “Saya pun heran, bisa ada sabu,” kilahnya.

Disinggung dugaan ada bandar dan jaringan pemasok sabu di dalam Lapas Siantar, Tahan membantahnya.

“Tidak ada. Sering kita lakukan razia,” katanya mengalihkan jawaban berulang kali dengan mengatakan Victor Silaban bersama tiga rekannya (warga binaan) telah diserahkan ke polisi. (zai)