Warga dan Aktivis Tobasa Aksi Penggalangan Dana Bangun Kamar Mandi Poskesdes

Kasat Intelkam Polres Tobasa, AKP Antoni Rajagukguk bersama Prengki Silitonga.

Tobasa, Lintangnews.com | Merasa prihatin dengan kondisi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Jambu Dolok, Kecamatan Pintupohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang tidak memiliki kamar mandi, sehingga mengganggu proses kegiatan pelayanan kesehatan, ternyata menggugah hati masyarakat dan aktivis yakni, Prengki Silitonga, Jefri Siahaan dan Acon Sirait.

Sebelumnya direncanakan penggalangan dana untuk kamar mandi Poskesdes akan digelar di Bundaran Kota Balige pada Jumat (7/9/2018). Namun mendapat tanggapan dari Polres Tobasa yang dimediasi langsung melalui Kasat Intelkam, AKP Antoni Rajagukguk, kemarin.

Antoni menyarankan, agar penggalangan dana di Bundaran Kota Balige diundurkan saja, Sebab Jumat (7/9/2018) Kabupaten Tobasa akan kedatangan tamu yakni, Duta Besar (Dubes) Amerika dan Dubes China untuk Indonesia. 

“Jika penggalangan dana tetap dilaksanakan pada Jumat, nama Kabupaten Tobasa akan jelek di mata dunia, sebab tamu kita dari luar, yang kemungkinan besar akan menjalin kerjasama dalam wisata di daerah ini. Polres Tobasa berharap agar bersama-sama menjaga kekondusifan, demi menjaga keamanan dan kenyamanan di Tobasa,” pungkas Antoni pada saat mediasi di ruangan Kasat Intelkam dan akhirnya Prengki Silitonga menyetujui permintaan itu.

Menurut Prengki Silitonga, pihaknya prihatin dengan bidan yang bertugas di Jambu Dolok Kecamatan Pintupohan Meranti, karena tidak pernah merasakan kemerdekaan semenjak Indonesia merdeka 73 tahun lalu.

Para pegawai Poskesdes Jambudolok bersama warga.

“Pasalnya bila ada pasien yang berobat ke bidan desa yang bertugas di desa merasa kewalahan apabila kebelet (buang air besar dan air kecil) karena tidak ada kamar mandi,” jelasnya. 

Prengki menilai, pembangunan kamar mandi tidak terlalu banyak memakan dana, hingga sampai ratusan juta. Namun sepertinya tidak ada niat dari Pemkab Tobasa untuk mensejahterakan para bidan yang bertugas di wilayah tersebut.

“Apakah itu dari Camat maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak sungguh-sungguh dalam pelayanan kesehatan di Tobasa, khususnya di Jambu Dolok. Sebab Pemkab Tobasa selalu disibukkan dengan rapat di rumah dinas (rumdis) Bupati, tanpa ada realisasi dari rapat yang hampir setiap hari digelar Bupati Darwin Siagian,” pungkas Prengki, Sabtu (8/9/2018).

Sementara pada saat Bupati dan Wakil Bupati beserta Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) berkunjung ke desa tersebut, sudah pernah diperintahkan orang nomor 1 di Tobasa itu pada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) supaya pembangunan kamar mandi Poskesdes dianggarkan.

Akan tetapi ketika Prengki pernah mempertanyakan itu ke Dinkes dan Dinas Perkim terkait pembangunan kamar mandi Poskesdes, ternyata tidak ada dianggarkan di APBD.

“Makanya saya akan melakukan pengumpulan koin untuk pembangunan kamar mandi Poskesdes itu,” ujar Prengki. (frengki)